TKI Indonesia Wajib dibayar Rp 5 Juta Perbulan di Singapura

TKI Indonesia Wajib dibayar Rp 5 Juta Perbulan di Singapura

KBRI mengaku siap menerima pengaduan buruh migran untuk sengketa gaji. Pemerintah berjanji mengupayakan langkah tegas, bila ada agen terbukti melanggar aturan upah tersebut.

“Saya akan menyetop agen (nakal) merekrut tenaga baru bila tidak memenuhi aturan,” imbuh Sukmo.

Konselor KBRI Singapura Sukmo Yuwono mengatakan standar minimum naik 50 Dollar Singapura dari upah sebelumnya. “Para TKI sudah diberi pengarahan sejak di pusat pelatihan agar hanya mau digaji 500 Dollar sebulan,” ujarnya seperti dilansir AsiaOne, Senin (19/1).

Aturan baru pemerintah, menyatakan Tenaga Kerja Indonesia resmi berprofesi sebagai pembantu rumah tangga di Singapura wajib digaji minimal 500 Dollar Singapura per bulan (setara Rp 5 juta). Bila bayaran lebih rendah, maka buruh migran diminta langsung melapor ke KBRI.

Diperkirakan saat ini ada 125 ribu PRT di Singapura yang berstatus TKI resmi. Kementerian Tenaga Kerja Singapura masih mengkaji aturan sepihak dari Indonesia tersebut.

Kebijakan Indonesia diperkirakan membuat biaya pembantu rumah tangga di negara kota itu melonjak. Sebab Filipina belum lama turut menetapkan kuota pengiriman PRT ke Singapura.

Sebelum ada kuota, 1.000 PRT baru asal Filipina datang setiap bulan ke Singapura. “Kami ingin mengurangi jumlah PRT Filipina ke Singapura 20 persen hingga 2017,” kata Atase Buruh Kedutaan Filipina Vicente Cabe.

Loading…

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*