Pesawat Tanpa Awak Milik Nasa Mulai Meneliti dan Memotret Pluto

Pesawat Tanpa Awak Milik Nasa Mulai Meneliti dan Memotret PlutoSapujagat.com – Saat ini eksistensi Pluto sebagai sebuah planet masih menjadi kontroversi. Sejak astronom Clyde Tombaugh di Observatorium Lowell di Flagstaff, Arizona, AS, menemukan planet kecil yang diberi nama Pluto pada 18 Februari 1930, masyarakat dunia sepakat bahwa tata surya diisi oleh sembilan planet.

Kemudian, datanglah International Astronomical Union (IAU), kelompok yang memberi nama untuk planet-planet. Pada 2006, ia datang dengan beberapa klasifikasi atas benda langit yang bisa dikategorikan sebagai planet. Kelompok ini lantas memutuskan Pluto bukan sebuah planet.

Salah seorang yang tidak pernah terima penurunan pangkat Pluto ini adalah Alan Stern, peneliti utama pesawat New Horizons. Menurutnya, hampir tidak ada alasan menganggap Pluto bukanlah planet. Stern mengatakan meskipun ukuran Pluto lebih kecil dari planet lainnya, pergerakan orbit Pluto terbukti mengelilingi matahari sehingga sangat layak menjadi sebuah planet.

IAU sendiri mengakui Pluto mengelilingi matahari, namun para astronom di sana mengatakan ukuran Pluto terlalu kecil untuk sebuah planet.

Pesawat tanpa awak New Horizons milik National Aeronautics and Space Administration (NASA) akhirnya memulai fase pengukuran partikel-partikel dan debu di lingkungan planet Pluto dari jarak 217 juta kilo meter.

Pesawat seukuran piano ini dijadwalkan mendekati planet kerdil pada 15 Januari kemarin. Ia juga akan mulai mengambil foto Pluto menggunakan komponen kamera dan lensa dari jarak jauh.

Saat ini, hasil foto putaran pertama yang dihasilkan dari komponen kamera New Horizons kualitasnya sama persis dengan pengambilan foto menggunakan Teleskop Hubble pada tahun 1990-an.

Foto-foto tersebut akan menyuguhkan informasi lebih lengkap untuk tim New Horizons di pusat kontrol di Bumi mengenai dinamika Pluto dan kelima bulannya.

Pada 14 Juli 2015, pusat kontrol di Bumi rencananya akan menavigasi New Horizons agar lebih mendekat ke planet yang sangat dingin itu. Jaraknya berada di sekitar 12 ribu kilo meter untuk mengamati topografi dan komposisi Pluto.

Setelah lintas terbang, New Horizons diharapkan bisa memberi pemandangan pegunungan dan kawah pada permukaan Pluto.

“Lintas terbang harus tepat karena perintah komputer yang mengorientasikan New Horizons dan fokus pada instrumen sains berdasarkan waktu ketika ia melewati Pluto,” kata pengelola misi New Horizons, Mark Holdridge, seperti dikutip dari Los Angeles Times.

New Horizons diluncurkan oleh NASA pada Januari 2006. Ia telah menjelajah ruang angkasa selama 1.873 hari atau kurang lebih sembilan tahun.

New Horizons menjelajah ruang angkasa dalam kondisi setengah tertidur selama enam tahun belakangan. NASA membangunkannya tiap dua kali setahun untuk mengecek instrumen dan latihan manuver yang sekiranya akan dilakukan saat mendekati Pluto.

Misi New Horizons memang ditujukan untuk menjawab pertanyaan fundamental tentang planet kontroversial Pluto dan menjelaskan kehidupan awal dari Bumi. New Horizons juga diberi tugas untuk mengirimkan foto-foto Pluto yang diambil secara close-up. Baca juga Ranger AS berguru pada TNI-AD dan presiden turki menuding barat di balik kejadi charlie hebdo

Loading…

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*