Dieksekusi Mati, Wajah Rani Bercahaya Setelah Puasa 40 Hari

Dieksekusi Mati, Wajah Rani Bercahaya Setelah Puasa 40 HariSapujagat.com – Banyak cerita miris seputar hukuman mati di hadapan regu tembak dari Brimob Polda Jateng tersebut. Salah satunya datang Rani Andriani, warga Cianjur Jawa Barat. Rani adalah satu-satunya WNI yang ikut dieksekusi Minggu kemarin.

Rani dan 4 terpidana matinya lainnya di eksekusi serentak pada pukul 00.30 WIB di Nusakambangan. Kelimanya dipastikan meninggal pukul 00.40 WIB.

Jenazah Rani lalu dipulangkan ke kampung halamannya di Cianjur untuk dimakamkan. Permintaan terakhir Rani, dia ingin dimakamkan di samping pusara Ibunya.

Jelang dieksekusi, Rani dikabarkan sudah bertaubat dan menyesali semua perbuatan. Rani juga sudah ikhlas dan menerima hukuman mati tersebut. Bahkan keluarga menyebut wajah Rani bercahaya jelang dieksekusi mati oleh regu tembak

Pembimbing rohani terpidana mati Rani Andriani, Hasan Makarim, melihat sosok perempuan asal Cianjur, Jawa Barat, itu sebagai sosok yang religius. Hasan mengemukakan, Rani rajin beribadah selama dibimbing dalam lembaga pemasyarakatan besi beberapa hari terakhir.

Bahkan, kata Hasan, sebelum dipindah ke Nusakambangan, Rani sudah menjalankan ibadah puasa 40 hari.

“Itu adalah kesadaran pribadi dari dirinya karena kedekatan pada Allah. Karena puasa membuat sehat fisik dan ketenangan,” katanya, Sabtu (17/1).

Hasan mengatakan, mental Rani cukup stabil menghadapi rencana eksekusi mati ini. “Sangat kuat. Ia kerap beribadah terus baik salatnya maupun zikir dan doanya. Bahkan, kalau saya ketemu harus lihat waktu apakah sedang beribadah atau tidak,” katanya.

Hasan mengemukakan penguatan mental dilakukan Rani dengan zikir kepada Allah. Bahkan, Hasan mengaku sempat memberikan Rani dua buah buku.

“Kemarin malam, saya beri dua buku saku, yakni buku zikir doa dan Asma’ul husna dan dia menerimanya dengan senang hati, senyum dan tertawa, bahkan ia juga telah hafal asmaul husna,” ucapnya yang dikutip dari Merdeka.com.

Rani Adriani telah dieksekusi mati di hadapan regu tembak yang berlangsung dini hari kemarin. Sebelum dieksekusi, keluarga menceritakan wajah Rani terlihat cerah dan bercahaya.

Raut wajah yang cerah itu terlihat saat adik Rani, Popi menjenguk kakaknya di LP Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Jelang menghadapi regu tembak, Rani tampak ceria dan tidak terbesit sekalipun memperlihatkan wajah sedihnya.

“Rani sudah ikhlas sudah tegar, tapi sudah bersih mukanya,” ungkap Yuki, kerabat Rani kepada wartawan di kediaman keluarga, Ciranjang, Cianjur, Jawa Barat, Minggu (18/1).

Dia meyakini raut wajah yang bersih tersebut timbul berkat ibadah puasa yang dijalani Rani selama 40 hari. Baca juga jasad wanita ditemukan di tol cikampek dan eksekusi mati pidana narkoba jadi sorotan dunia

Loading…

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*