Sang Pelukis Tidur ini mampu meraup Jutaan Rupiah

artist

Lee Hadwin mulai melukis sambil tidur, sejak berumur empat tahun. Pada malam hari ia terbangun, mengambil krayon, lalu menggambar di dinding kamarnya. Namun, hasil lukisannya tidak pernah terlihat detail sampai ia berusia belasan. Karya pertama yang ia ketahui dengan jelas, adalah lukisan Marilyn Monroe.

Saat akhirnya sadar apa yang telah ia lakukan, pria yang kini berusia 40 tahun itu langsung merasa ngeri. “Saya menggambar Marilyn Monroe dan pada pagi hari saya melihatnya serta berpikir, ‘Oh wow!’,” kata Hadwin, seperti dikutip dari situs Independent. Ia pun langsung melapor pada kedua orangtuanya.

Bagaimana jika saat bangun tidur, mendadak ada sebuah lukisan mahakarya di kamar Anda? Itu sering terjadi pada Lee Hadwin. Sulit dipercaya memang, tapi pria asal Wales itu memang dijuluki ‘seniman berjalan sambil tidur’. Ia tidak bisa melukis saat bangun. Sebaliknya, ia justru sukses berkarya saat sedang tidur.

Hadwin dibawa ke beberapa ahli. Orangtuanya ingin mengetahui alasan di balik perilaku nokturnal anomali yang menjadi ajangnya menuangkan kreativitas. Para dokter berpendapat, perilaku Hadwin didasari trauma.

“Tapi saya tidak pernah mengalami trauma apa pun sebelum usia empat tahun. Saya kehilangan beberapa teman saat berumur 12 tahun, tapi saya rasa bukan itu penyebabnya,” ia mengungkapkan.

Setelah diperiksa banyak dokter dan psikolog, baik di Inggris maupun negara lain, Klinik Tidur Edinburgh akhirnya menyimpulkan keanehan Hadwin itu sebagai perilaku yang ‘unik’. “Hal yang mengherankan klinik itu adalah, saya tidak bisa memproduksi hal yang sama saat bangun.”

Klinik Tidur Edinburgh menganalisisnya lebih lanjut. Namun pada akhirnya, mereka hanya bisa menyarankan pada orangtua Hadwin untuk membiarkannya. Dua dekade berikutnya, Hadwin pun memproduksi lebih dari 600 lukisan dengan beragam objek dan gaya. Ia pun jadi terkenal.

Lantaran ingin fokus menjual hasil karyanya dan melakukan pekerjaan amal, Hadwin memutuskan melepas pekerjaannya sebagai perawat orang-orang yang mengalami trauma kepala serius. Tahun 2013, ia mendapat ribuan Poundsterling karena melelang banyak karyanya di eBay, dan mendonasikan separuhnya untuk beramal.

Lukisannya memang banyak disukai orang. Kamis (15/1), ia menggelar pertunjukan solo pertamanya di Inggris. Karya Hadwin juga pernah dibeli miliuner Donald Trump. Tiga karyanya yang menggambar Monroe, dibeli oleh Museum Marilyn Monroe di Hollywood, seharga lebih dari empat ribu Poundsterling atau Rp 76 juta.

Meski begitu, Hadwin tak pernah merasa sebagai seniman sejati. Apalagi ia banyak dicela para kritikus dan galeri seni. “Saya tidak pernah melihat diri saya sebagai seniman. Tapi beberapa tahun terakhir saya memutuskan berhenti merasa bersalah soal itu,” ucapnya.

Ia menyadari, orang-orang layak mencemoohnya. “Mereka belajar tahunan dan bekerja sangat keras. Lalu muncul seseorang seperti saya yang tidak pernah belajar di universitas, tidak tahu banyak soal lukisan, tapi orang-orang membeli karya saya,” kata Hadwin melanjutkan.

Namun kini, Hadwin sudah memutuskan untuk mulai membiarkan dirinya menekuni seni secara serius.

Loading…

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*