Jokowi Menyuruh Pindad Perluas Wilayah Hingga Keluar Negri dan Melarang TNI Beli Alat Perang dari Luar Negeri

IMG-20150112-WA0032Sapujagat.com – Presiden Joko Widodo┬ámengaku cukup puas melihat line produksi Pindad. “Kalau tadi melihat line produksinya saya kira sangat bagus, saya sebagai orang produksi melihatnya sangat bagus, alurnya jelas, arah produksinya jelas,” ujar Jokowi, di PT Pindad, Bandung, Jawa Barat, Senin (12/1).

Jokowi mengatakan, produksi di Pindad sudah bersih, dan itu menunjukan manajemen produksinya baik. Jokowi memuji alur row material, produksi mesin dan assemling di Pindad juga bagus. Jokowi hanya menyayangkan marketing di Pindad belum sepenuhnya all out.

“Tapi menurut saya di sini yang mungkin perlu diberikan dorongan agar kapasitas produksinya berlipat, bisa lipat dua kali, empat kali, artinya apa itu juga berdampak lagi kepada marketingnya,” ujarnya yang dikutip dari Merdeka.com.

Jokowi memberikan suntikan modal ke Pindad sebesar Rp 700 miliar. Jokowi melihat pindad sebagai salah satu BUMN yang sehat dalam menjalankan produksi alat pertahanan. Namun, Jokowi menegaskan, dengan diberi modal tersebut, akan ada target yang harus dicapai oleh Pindad.

“Kalau tahun ini Rp 700 miliar. Itu kan pertama, kita lihat nanti ya enggak, dengan suntikan seperti itu, memberikan tambahan apa, dampak apa, ke ekonomi maupun kepada negara. Artinya jangan sampai kita beli ini ke luar, itu juga mengganggu neraca perdagangan kita,” ujarnya.

Menurut Jokowi, marketing industri alat pertahanan seperti Pindad jangan hanya menjual hasilnya ke TNI dan Polri. Namun juga menjualnya ke pasar di luar negeri.

“Itu kalau mau melipatkan produksi, dan saya sudah sampaikan ke menteri BUMN, kalau itu marketingnya bagus, produksinya punya kemampuan, ya kita suntik BUMN-nya.kita tambah, baik untuk investasi atau modal kerja,” ujarnya.

Jokowi tidak ingin Indonesia membeli alat-alat pertahanan di luar negeri. Jika ada alat pertahanan yang belum mampu dibuat, Jokowi mempersilahkan join, asalkan tetap di sini pembuatannya.

“Jangan sampai alat-alat pertahanan kita itu beli di luar. Yang kedua kalau kita memang belum bisa berproduksi ya kita join. Jangan di luar tapi di sini, semua nanti arahnya ke sana,” ujarnya.

Loading…

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*