Akun Twitter dan YouTube Komando Militer AS Diretas ISIS

3ed65518-aa62-47b2-bbe6-0a8c149aec40_169Sapujagat.com – Juru Bicara Gedung Putih Josh Earnest mengatakan bahwa aksi peretasan itu “hal yang kami anggap serius.”

Sebelumnya, Akun Twitter dan YouTube milik komando militer AS operasi di Timur Tengah diretas oleh pihak yang mengaku bersimpati pada ISIS yang diserang oleh Amerika Serikat.

Para pejabat Amerika Serikat mengakui insiden ini memalukan tetapi berupaya mengecilkan dampaknya.

Juru Bicara Pentagon Kolonel Steve Warren mengatakan Departemen Pertahanan “memandang hal ini tidak lebih dari keisengan, atau vandalisme.”

“Ini tidak menyenangkan, ini menjengkelkan tetapi sama sekali tidak ada informasi yang sensitif atu rahasia yang dicuri,” ujar Warrent kepada media yang dikutip oleh CnnIndonesia.

Para pejabat AS mengatakan akun Twitter dan YouTube Komando Pusat AS ditutup sementara setelah diretas.

Gedung Putih mengatakan terus mengikuti perkembangan insiden peretasan ini.

Dua pejabat pertahanan AS yang tidak mau disebutkan namanya, mengatakan bahwa aksi peretas ini memalukan tetap gambar-gambar yang diunggah oleh para pertas tidak mengandung informasi rahasia atau merupakan ancaman keamanan.

“Bismillah Hirrahman Nirrahim, CyberCaliphate melanjutkan Jihad Siber,” cuit akun twitter Komando Pusat yang juga menampilkan dua rekaman video terkait ISIS.

ISIS yang telah merebut sejumlah besar wilayah di Suriah dan Irak, saat ini sedang diserang melalui udara oleh pasukan Amerika dan koalisi internasionalnya.

Akun twitter ini juga menerbitkan daftar nama dan alamat jenderal yang terkait dalam Komando Pusat dengan judul “Daftar Kerja Jenderal Militer (berdasarkan pangkat) 2 Januari 2014.”

Cuitan berikutnya berbunyi: Jaringan Pentagon Diretas! Skenario Tiongkok” dan Jaringan Pentagon Diretas. Skenario Kora.”

“Kami mengkonfirmasi bahwa akun Twitter dan YouTube CENTCOM telah diretas hari ini. Kami telah mengambil langkah yang diperlukan untuk mengatasi masalah itu,” bunyi pernyataan tertulis Komando Pusat. Earnest tampaknya mengecilkan dampak insiden tersebut dengan megnatakan, “Ada perbedaan besar antara penerobosan data besar-besaran dan peretasan satu akun Twitter.”

Secara terpisah, Presiden Barack Obama mengumumkan proposal baru yang bertujuan meningkatkan keamanan siber AS setelah terjadi aksi peretasan besar seperti terhadap Sony Pictures Entertainment yang menurut para pejabat As dilakukan oleh Korea Utara.

Meski belum jelas apakah jaringan Pentagon telah diretas, para peretas tampaknya untuk sementara berhasil mengendalikan cuitan akun Twitter Komando Pusat yang dikendalikan oleh password.

Ketua Komite Keamanan Dalam Negeri DPR, Michael McCaul dari negara bagian Texas, menyebut insiden itu “sangat mengkhawatirkan.”

“Serangan oleh jihadis siber akan sering terjadi kecuali pemerintah menerapkan strategi yang bisa menjawab serangan-serangan, seperti dari Korea Utar terhadap Sony, ini dengan semestinya,” kata McCaul.

Loading…

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*