Agar Tidak Tumpang Tindih Dengan Basarnas, Fadli Zon Nilai Tak Penting Moeldoko Ikut-Ikutan SAR AirAsia

JDNdWe9vQHSapujagat.com – Panglima TNI Jenderal Moeldoko memimpin langsung prajuritnya dalam proses evakuasi pesawat AirAsia QZ8501 yang jatuh di perairan Pangkalanbun, Kalimantan Tengah. Moeldoko langsung menuju KRI Banda Aceh dengan dijemput Helikopter SeaHawk milik Amerika Serikat di Pangkalabun pada Selasa (6/1) kemarin.

Wakil Ketua DPR Fadli Zon menyatakan, Panglima TNI Jenderal Moeldoko tak perlu terjun langsung mengikuti proses evakuasi pesawat AirAsia QZ8501 yang hilang di sekitar perairan Selat Karimata. Karena, sudah ada Basarnas dan tim gabungan lain yang menangani proses evakuasi tersebut.

“Moeldoko lebih baik mengawasi yang lain karena masih banyak tugas lain yang harus dikerjakannya,” kata Fadli di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (9/1) yang dikutip dari Merdeka.com.

Menurut dia, tujuan Panglima TNI Jenderal Moeldoko melihat langsung proses evakuasi agar tidak tumpang tindih terhadap Basarnas. Karena, perlu adanya koordinasi yang jelas terhadap pihak TNI dan Basarnas. Namun hal tersebut tak perlu dilakukan Moeldoko dengan mendatangi langsung ke Pangkalabun, Kalimantan Tengah.

“Tapi Saya kira maksudnya baik dengan adanya Panglima langsung turun agar tidak tumpang tindih proses evakuasi. Namun sifat evakuasi ini teknis karena sudah masuk hari ke tiga belas,” ujarnya.

Selain itu, dia mengatakan, bahwa total anggaran proses evakuasi pesawat milik CEO AirAsia Tony Fernandez ini harus transparan. Kendati demikian, dia mempertanyakan kapan selesainya proses evakuasi pesawat tersebut.

“Kalau kita lihat evakuasi ini memakan anggaran banyak. Ini juga harus diketahui masyarakat proses total anggaran baik dari dalam dan luar karena ini harus ada ukurannya sampai kapan,” katanya.

Lebih lanjut, anggaran proses evakuasi pesawat ini membenani APBN. Oleh sebab itu, harus diselesaikan dengan segera proses pencarian jenazah dan pengangkatan Black Box pesawat AirAsia ini.

“Karena dalam bencana dalam tiga hari selesai seperti longsor di Banjarnegara, kalau tidak ini membebani APBN,” pungkasnya.

Loading…

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*