Pernah Menghina Nabi, Charlie Hebdo Tewas di Serang Kelompok Bersenjata

0Sapujagat.com – Dua tahun lalu Redaktur tabloid Prancis Charlie Hebdo Stephane Charbonnier atau akrab disapa Charb mengatakan mengkritik Islam sama wajarnya dengan mengkritik Yahudi atau Katolik. Pria 49 tahun ini jadi redaktur Charlie Hebdo pada 2009. Dia dibesarkan di Conflans-Sainte-Honorine, sebelah utara Prancis. Charb bergabung ke Charlie Hebdo pada 1990 sebagai desainer.

Charb pernah menunjukkan keberaniannya melawan ancaman pembunuhan setelah memuat kartun menghina Nabi Muhammad.

“Saya tidak takut serangan balasan. Saya tidak punya anak, istri, mobil, atau utang. Mungkin ini terdengar sombong, tapi saya lebih baik mati ketimbang menyerah,” kata dia setelah diancam dibunuh dua tahun lalu, seperti dilansir surat kabar the Daily Mail, Rabu (7/1).

Kantor Charlie Hebdo kemarin diserang dua pria bersenjata senapan AK-47 dan peluncur roket. Dalam serangan itu kedua tersangka menembak mati 12 orang, termasuk dua polisi dan empat kartunis tabloid itu. Charbonnier juga ikut tewas dalam serangan itu.

Ketika penembakan terjadi, saksi mengatakan mendengar teriakan tersangka,”ini pembalasan atas penghinaan pada nabi.” Setelah menyerang, dua tersangka kabur dan kini masih diburu polisi.

Loading…

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*