Kasus Penembakan di Prancis, Wapres Anggap Travel Warning Belum Diperlukan

20140613-202810_7Sapujagat.com – Aksi penembakan di Perancis ini dilakukan oleh kelompok bersenjata pada kantor Majalah Charlie Hebdo. Charlie Hebdo selama ini dikenal kontroversial karena kerap menerbitkan kartun satire yang menyinggung berbagai tokoh politik dan agama, termasuk Islam.

Cuitan terakhir dari akun majalah ini mengejek Abu Bakr al-Baghdadi, Tokoh ISIS, kelompok yang telah menguasai wilayah di Irak dan Suriah.

Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla menyampaikan rasa keprihatinannya terhadap tragedi penembakan di Perancis. Tindakan teror semacam itu menurutnya tak bisa dibenarkan. Wapres belum merasa perlu untuk mengeluarkan travel warning untuk WNI yang ada di Perancis.

“Pemerintah tentu merasa prihatin,” kata pria yang akrab disapa JK ini di Kantor Wapres, Jakarta, Kamis (08/01) yang di kutip dari CnnIndonesia.

Menurutnya, saat ini Indonesia merupakan salah satu negara yang menentang teror. Karena itu JK menilai aksi penembakan di Perancis salah satu aksi yang patut ditentang oleh Indonesia.

JK menyatakan, aksi teror ini bisa terjadi di setiap negara manapun tanpa terkecuali. Karena itu semua negara termasuk Indonesia harus mewaspadainya.

Meski sudah ada aksi teror yang menewaskan 12 orang dan melukai belasan orang lainya, Indonesia menurutnya belum memberikan travel warning kepada WNI yang ada atau akan ke Perancis. ” Indonesia yakin negara masing masing bisa atasi masalah teror itu, karena teror itu ada di mana-mana,” katanya.

Travel warning menurutnya justru malah akan menghambat warga Indonesia yang memiliki urusan pribadi atau urusan lainnya ke negara tersebut, “Nanti masyarakat Indoensia tidak bisa pergi kemana mana lagi,” katanya.

Loading…

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*