BAHAYA !! Mendiamkan Anak Menangis terlalu Lama dapat Menyebabkan 4 Hal Ini

babycry

Apabila anak menangis pemikiran ibu-bapa tak tenteram. Maka terjadilah pukul memukul. Hal ini terjadi kerana kita sering memakai cara yang salah dalam mengatasi anak ketika menangis.
Kesalahan ini sering dilakukan oleh  ibu-bapa, atau pengasuh  secara sengaja atau tidak sengaja ketika mengatasi anak yang sedang menangis. Kebanyakan diantara mereka sering mengambil cara “marah” untuk menenangkan si kecil untuk berhenti menangis. Cara atau tips dan trik yang lebih baik dalam mengatasi anak yang menangis.

Anggapan yang beredar di kalangan masyarakat bahwa membiarkan anak menangis beberapa lama akan menguatkan jantung bayi sehingga banyak orang tua yang membiarkan si kecil menangis begitu saja. Saat bayi baru mulai menangis, ada orangtua yang terkadang membiarkannya dulu baru setelah itu menolongnya.

Ada 4 bahaya fatal membiarkan anak terlalu lama menangis :

1. Membiarkan anak menangis terlalu lama bisa merusak perkembangan otaknya
Menurut Penelope Leach, seorang pakar kesehatan anak menemukan bayi atau anak yang tertekan berkali-kali dan dibiarkan menangis lama berisiko mengembangkan masalah di kemudian hari. Studi membuktikan otak anak yang dibiarkan menangis untuk jangka waktu lama, berisiko mengalami kerusakan dalam perkembangannya sampai 15% yang dapat mengurangi kapasitasnya untuk belajar. ”Ini bukan sekadar pendapat, tapi sebuah fakta bahwa membiarkan bayi menangis berpotensi merusak 1 miliar sel otaknya. Jadi mengapa harus mengambil risiko seperti itu?” ujar Leach.

2. Merusak mental anak-anak dan hubungan jangka panjang
Dalam banyak penelitian, akhirnya diketahui bahwa praktek membiarkan anak menangis dapat merusak jiwa anak-anak dan kemampuan mereka dalam berelasi dengan orang-orang di sekitanya dalam jangka panjang. Sehingga anak yang dibiarkan menangis akan membuatnya menjadi tidak sehat, kurang cerdas, lebih mudah cemas, tidak kooperatif terhadap orang lain.
Ketika anak sangat tertekan, hormon kortisol dilepaskan secara berlebihan yang akan pembunuh neuron.

3. Ketidakstabilan hormon dan bahan kimia di dalam otak
Kajian mendapati, anak yang sering dibiarkan bersendirian dalam suasana yang tertekan mempunyai tahap lambakan hormon Kortisol (stress related hormone) yang abnormal. Dr. Allan Schore dari UCLA School of Medicine menjelaskan lambakan hormon ini memusnahkan hubungan antara saraf di bahagian penting otak bayi yang sedang berkembang. Kajian lanjutan berkaitan dampak negatif tangisan terhadap otak menunjukkan bayi mengalami potensi peningkatan 10X ganda menjadi kanak-kanak ADHD (Attention Deficit and Hyper Activity Disorder). Iaitu kurang tumpuan pembelajaran di sekolah dan kemahiran sosial yang lemah.

4. Kemunduran perkembangan emosi dan kecerdasan sosial
Pasukan Dr Rao dari National Institutes of Health USA membuktikan, anak yang mengalami episod tangisan yang berpanjangan pada tiga bulan pertama hidupnya mempunyai tahap IQ rendah menjelang usia lima tahun berbanding anak-anak lain. Anakk-anak ini juga menunjukkan kelambanan perkembangan fungsi motorik.

Loading…

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*