Mengenang Lima Momen Terhebat Gerrard Bersama Liverpool

Steven-GerrardSapujagat.com – Steven Gerrard telah mengangkat 11 piala bersama klub yang ia bela semenjak kecil. Bermain selama 16 musim serta menjadi kapten terlama dalam sepanjang sejarah klub Liverpool.

Pemain yang pernah memainkan beberapa posisi untuk The Reds ini — di antaranya adalah bek kanan, gelandang serang, pemain sayap kanan, dan kini menjadi gelandang bertahan — juga dikenal sebagai pemain yang acap kali mengeluarkan Liverpool dari masalah.

Kehandalan Gerrard dalam mengeksekusi bola mati juga menjadikan dirinya sebagai andalan ketika Liverpool menghadapi situasi buntu.

Inilah lima  momen terbaik Steven Gerrard bersama Liverpool yang di kutip dari CnnIndonesia:

5. Gol Lawan Alaves – Final Piala UEFA

steven

Laga ini bisa jadi laga pertama yang melambungkan nama Gerrard sebagai gelandang andalan Liverpool. Pada usia 20 tahun, kala itu Gerrard sendiri berada dalam bimbingan pemain tengah berpengalaman yang didatangkan secara free transfer ke Anfield, Gary McAllister.

Meski memulai karier sebagai bek kanan, kala itu Gerrard muda sudah mampu mencetak 10 gol dalam satu musim. Salah satunya adalah gol yang ia cetak ke gawang Alaves pada final Piala UEFA.

Menerima umpan terobosan dari Michael Owen, ia sempat menggiring bola dan melesakkan tendangan keras melewati Martin Herrera.

4. Melawan Ejekan Everton dengan Hattrick

Liverpool-v-Everton-Steven-Gerrard-hattrick_2732936

Selain Jamie Carragher, Gerrard adalah salah satu pemain yang paling sering diejek oleh pendukung Everton. Tak heran, mengingat Gerrard sendiri merupakan penduduk asli kota Liverpool.

Salah satu ejekan yang paling santer terdengar adalah kala Liverpool akan berhadapan dengan Everton dalam perayaan 10 tahun karier David Moyes bersama The Blues. Gerrard dikatakan bukan ayah dari bayi yang berada dalam kandungan istrinya, Alex Curran.

Gerrard lalu membalas ejekan tersebut dengan sebuah hat-trick, dan kemudian membawa bola pertandingan pulang dengan menyelipkannya ke dalam jersey Liverpool, menyerupai seorang perempuan yang sedang hamil.

Sebuah pernyataan bahwa bayi tersebut adalah miliknya.

3. Gol ke Gawang Olympiakos

1add13dd2b4207732470a8f90f98e7bd698b6bcc3d8f898a20a2693659c0f9ec

Hanya tersisa empat menit sebelum laga berakhir, dan Liverpool membutuhkan satu gol agar bisa bertahan di Liga Champions dan lolos ke fase 16 besar.

Neil Mellor lalu memberikan umpan yang sempurna untuk Gerrard, dan dari luar kotak penalti dan sang gelandang melesakkan tendangan keras yang membuat para suporter berteriak gembira.

Tak hanya karena keindahan gol, momen ini juga akan dikenang karena teriakan Andy Gray yang bertugas sebagai pengamat pertandingan di televisi:

OH YOU BEAUTY! What a hit son! What. A. Hit

2. Final Piala FA 2006

0000070066

Dalam final Piala FA, Liverpool ketinggalan dua gol terlebih dahulu lewat gol bunuh diri Jamie Carragher dan juga gol Dean Ashton. Bermain buruk di babak pertama, Gerrard lalu unjuk kemampuan di babak kedua dan seolah membuat final tersebut miliknya.

Pada momen pertama, sang kapten memberikan umpan untuk Djibril Cisse mengejar ketertinggalan. Beberapa saat kemudian ia juga mencetak gol penyama kedudukan.

Liverpool lalu tertinggal lagi melalui gol Paul Konchesky dan pertandingan memasuki perpanjangan waktu. Saat inilah Gerrard kemudian muncul kembali untuk mencetak gol penyama kedudukan dengan gol voli jarak hauh.

Pertandingan tersebut lalu memasuki babak adu penalti dan dengan Gerrard mencetak gol dari titik putih, Liverpool sukses mengangkat Piala FA ketujuhnya.

1. Keajaiban Istanbul

steven_gerrard_mila_979897a

Tak ada momen yang mendefinisikan karier Gerrard selain final Liga Champions di Stadion Ataturk, Istanbul.

Bermain melawan salah satu tim terbaik Eropa saat itu –AC Milan yang diperkuat Andriy Shevchenko, Paolo Maldini, Kaka, Andrea Pirlo, dan Clarence Seedorf– adalah Steven Gerrard yang menjadi aktor kebangkitan Liverpool untuk dapat mengangkat piala kompetisi level teratas tingkat Eropa tersebut.

Ia mencetak gol pertama Liverpool melawan sundulannya, membangkitkan emosi penonton, dan lalu mendapatkan penalti penyama kedudukan Liverpool.

Pada babak perpanjangan waktu, Gerrard pun bermain heroik dengan menjadi bek kanan darurat.

Bisa dikatakan bahwa malam itu adalah malam penasbihan Gerrard menjadi legenda dalam sejarah Liverpool.

Loading…

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*