Korupsi Pakai Agama di Ibaratkan Seperti kerajaan Romawi di Waktu Lalu Oleh Ahok

103059520140904-090230780x390Sapujagat.com – Orang yang beragama dan melakukan korupsi akan dicap mempermainkan Tuhan oleh generasi muda. Anak-anak muda akan menganggap Tuhan ikut berbohong atas perbuatan dosa tersebut.

“Kalau hari ini kita korupsi dan memakai agama maka kita akan melahirkan satu generasi yang tidak takut dan tidak percaya Tuhan. Padahal kita tahu kunci sukses bukan hanya membaca dan disiplin, tapi percaya pada Tuhan,” pungkas Ahok.

Ahok mengarahkan agar guru-guru menjadi teladan yang baik bagi siswanya. Terutama teladan mengenai moral dalam pergaulan hidup.

“Saya tidak ingin anak didik kita itu meneladani kemunafikan kita. Hari ini kita menjadi orang yang munafik, karena itu anak-anak kita lama-lama tidak percaya Tuhan,” kata Ahok dalam sambutannya di Taman Monas Jakarta, Selasa (30/12)

Menurutnya, risalah kemerosotan moral yang menghancurkan peradaban besar dapat dijumpai pada sejarah Romawi. Hal itu diawali dengan adanya pemaksaan kewajiban beragama bagi rakyat.

“Dulu kerajaan Romawi begitu hebat dan perkasa. Kapan hancur, apakah oleh musuh, bukan. Dia mulai hancur ketika kaisar yang kafir tanda kutip, tiba-tiba bertobat menganut agama Kristen dan di Roma kemudian menerapkan siapa pun yang menjabat di negeri ini harus beragama Kristen,” terang dia.

Akibat paksaan beragama itu, kata dia, banyak orang yang pura-pura masuk beragama. Lalu banyak pegawai kerajaan yang moralnya tak sejalan dengan ajaran agama yang dianutnya.

“Maka dari situ mulailah orang pura-pura beragama Kristen dan memakai salib yang gede-gede biar kelihatan Kristen. Mulailah kemerosotan moral, anak-anak muda melihat kok pakai salib moralnya gitu ya? Kok korupsi ya?” ujar Ahok yang dikutip dari Merdeka.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*