Banyak ‘Pelanggaran Moral’, Pengadilan Mesir Larang Perayaan Umat Yahudi

pengadilan-kairo

Sapujagat.com – Secara permanen Pengadilan Mesir melarang perayaan festival Yahudi yang telah berlangsung di negara itu sejak kesepakatan damai dengan Israel tahun 1979.

Perayaan yang dilakukan sekitar tanggal 1 Januari itu biasanya dihadiri umat Yahudi dari Israel dan Maroko, dirayakan setiap tahun pada abad ke-19. Pada tahun 2011, perayaan itu dilarang karena sedang terjadi aksi menggulingkan Presiden Hosni Mubarak.

Warga menganggap festival tersebut telah menjadi ancaman keamanan. Mereka mengeluhkan banyaknya warga Yahudi pria dan wanita yang pesta minuman keras di makam Rabbi itu.

Jacob Abu Hasira atau yang dikenal dengan Abir Yaakov dikenal sebagai rabbi dan orang suci dari Maroko yang meninggal di Damanhur, sekitar 160 kilometer sebelah baratlaut Kairo pada tahun 1880.

Abu Hasira adalah kakek dari Yisrael Abu Hasira, yang oleh kaum Kabbalist dikenal sebagai “Baba Sali.”

Diberitakan Reuters, Selasa (30/12), pengadilan Mesir mengatakan keputusan itu diambil karena banyaknya “pelanggaran moral” yang dilakukan umat Yahudi dalam festival merayakan kelahiran Rabbi Jacob Abu Hasira selama tiga hari itu. Pengadilan tidak menjelaskan pelanggaran moral yang dimaksud.

Pengadilan juga menyerukan pemerintah untuk mencabut pengakuan terhadap makam yang terletak di kota Damanhur, Buheira tersebut dalam daftar makam yang terdaftar di departemen pariwisata. Keputusan ini hanya bisa dibatalkan oleh pengadilan yang lebih tinggi.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*