Abon Cakalang yang Jadi Primadona Berkat Resep Bunda

190549_166278_abon_cakalangAbon yang berbahan dasar ikan cakalang buatan Sity Hidjria Langkau, mahasiswi Universitas Merdeka (Unmer) Malang, rupanya mampu menarik hati para juri dalam kompetisi nasional yang diselenggarakan oleh Universitas Padjajaran (Unpad) tidak lama ini.

Kompetisi yang dinamai “Unpad Motekar 2014” itu merupakan ajang penghargaan dari Unpad kepada para pencipta produk Teknologi Informasi, Teknologi dan Ekonomi Kreatif. Acara yang sama juga telah diselenggarakan pada tahun 2012 dan 2013.

Mahasiswa semester 5 jurusan Ilmu Komunikasi itu telah berhasil meraih juara pertama kategori ekonomi kreatif mahasiswa dan juara 3 untuk kategori umum.

Inspirasi datang dari sang bunda, Irma Dilapanga, yang dalam kesehariannya gemar membuat abon dari ikan cakalang. Abon itu sering dia bawa ke Malang dan dibagi-bagikan ke teman kampus, dosen, dan bahkan rektor Unmer.

“Alhamdulillah banyak yang suka. Lalu saya kepikiran untuk mengembangkannya dan mengikutkannya di kompetisi Unpad Motekar itu.”, kata Sity seperti yang dilansir Malang Post (Grup JPNN.com).

Chici, sapaan akrabnya, mengaku membutuhkan proses yang lama untuk bisa meraih prestasi tersebut. Sebelumnya, ia harus melewati seleksi administrasi dan wawancara secara online. Tak hanya itu, ia juga harus bersaing dengan 25 finalis yang datang dari berbagai wilayah di Indonesia. Mereka datang dari bermacam-macam kalangan seperti dosen, mahasiswa, pelajar dan masyarakat umum.

Dalam kompetisi itu, ia tidak hanya memperkenalkan abon cakalang sebagai suatu produk ekonomi kreatif, namun juga menawarkan strategi pemasaran dengan menerapkan ilmu yang dia dapat dari bangku perkuliahan.

“Karena saya dari jurusan ilmu komunikasi, saya berusaha untuk menerapakan ilmu yang saya miliki yaitu dengan menekankan penggunaan strategi Management Public Relations (MPR) dengan teori yang saya buat sendiri yaitu teori AKI. Itu singkatan dari Aksi, Komunikasi, dan Implementasi,” ungkapnya.

Mahasiswi asal Manado itu menambahkan, dirinya merasa sangat bangga karena mampu membawa nama baik almamater Unmer di kompetisi nasional. Selain itu, banyak pihak yang mendukungnya dalam kompetisi itu. “Saat sampai di Bandung, saya dapat kabar dari salah seorang teman jika semua pihak kampus baik dosen, dekan maupun rektor mendukung saya. Itulah yang menjadi penyemangat saya disana,” tambahnya.

Selain itu, ia mengaku mendapatkan tawaran kerjasama oleh salah seorang dosen teknologi pangan Unpad dalam bidang pengolahan abon cakalang. Nantinya kerjasama tersebut akan dilakukan oleh Unpad dan Unmer. Namun, rencana kerjasama itu masih menunggu hasil keputusan rektor Unmer yang saat ini masih melakukan ibadah umroh

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*