Suhu di Arktik Semakin Hangat, Beruang Kutub Menderita

a21_zps016b8216Sapujagat.com – Bulan Desember sebagai penanda memasuki musim dingin malah tidak terlalu dirasakan di area Kutub Utara. Salju di sana turun dengan intensitas di bawah rata-rata dan cukup membuat beruang kutub menderita.

Penelitian ini berasal dari National Oceanic and Atmospheric Administration sejak 2006 yang berjudul Arctic Report Card dan terus dipublikasikan tiap tahun.

Dikutip dari Cnnindonesia, tak hanya lapisan salju, suhu permukaan laut juga semakin meningkat khususnya di Laut Chukchi sebelah barat laut Alaska, di mana airnya mengalami pemanasan tiap 1 Fahrenheit atau -17 Celcius per dekade.

Luasnya es laut Arktik yang semakin berkurang sejak musim panas lalu tidak mencapai rekor terendah di tahun 2014 ini, namun berada di enam terendah sejak satelit mengukurnya sejak 1979.

Dengan berkurangnya es laut dan banyaknya volume air laut, sinar matahari bisa semakin menembus masuk ke lautan yang nantinya bisa mengarah kepada suburnya tanaman laut.

Sementara di daratan, kehijauan tundra terus meningkat 20 persen sejak 1982. Hal itu mengindikasikan daerah yang tertutup oleh salju juga semakin sedikit.

Yang mengenaskan, merosotnya jumlah es laut mempengaruhi populasi beruang kutub di area barat Hudson Bay, Kanada dari tahun 1987 sampai 2011 karena beruang kutub mengandalkan es laut untuk berkelana dan berburu.

Para ilmuwan menyampaikan, runtuhnya lapisan es Antartika kemungkinan sifatnya permanen yang berujung pada peningkatan permukaan laut sebanyak 3 meter atau lebih.

Di dalam Arctic Report Card tercantum bahwa perubahan berskala besar tersebut adalah dampak dari kenaikan suhu yang berasal dari gas emisi rumah kaca.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*