Siswa SMP Torehkan Prestasi di Bidang Sains di Argentina

353377_620Sapujagat.com -Siswa SMP Ipeka International Christian School (IICS), Patrick Bryan Nugraha, 14 tahun, berhasil menjadi salah satu yang terbaik di antara 185 peserta dari 32 negara.

Siswa Sekolah Menengah Pertama Ipeka meraih medali perak dalam International Junior Science Olympiad (IJSO) yang berlangsung pada 2–11 Desember 2014 di Mendoza, Argentina.

Dari hasil seleksi, Patrick masuk dalam 12 peserta yang mewakili Indonesia di Mendoza. Ia merupakan satu-satunya wakil dari DKI Jakarta. 12 peserta terpilih ini harus mengikuti kembali pembinaan selama 2 bulan dengan bimbingan para dosen dari beberapa universitas terkemuka di Indonesia.

Sebelumnya, Patrick Bryan Nugraha meraih medali emas di bidang fisika dalam kompetisi Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2014 di Padang pada Mei lalu.

Atas prestasi tersebut, Patrick berhak mengikuti seleksi calon peserta mewakili Indonesia dalam IJSO 2014 selama dua minggu. Dari hasil seleksi tersebut, Patrick termasuk dalam daftar 12 peserta yang akan mewakili Indonesia di Mendoza. Ia merupakan satu-satunya wakil dari DKI Jakarta. Kedua belas peserta terpilih ini harus mengikuti pembinaan selama dua bulan dengan bimbingan dari para dosen beberapa universitas terkemuka di Indonesia.

IJSO merupakan olimpiade tahunan yang biasanya diadakan tiap awal Desember dengan memperlombakan bidang sains, seperti fisika, kimia, dan biologi, untuk siswa-siswi berusia sekitar enam belas tahun atau lebih muda.

Kompetisi IJSO ini melibatkan juri-juri yang berasal dari institusi pendidikan di Argentina yang disebut RECREO. Penyelenggaraan IJSO 2014 adalah yang kesebelas kalinya. Tahun lalu, IJSO diadakan di Pune, India.

Para peserta kompetisi IJSO dari Indonesia merupakan para pemenang OSN yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

“Saya menghadapi berbagai kesulitan, tidak menguasai biologi dan kimia. Setelah dibina dan persiapan selama tiga bulan dari dosen-dosen yang berpengalaman, saya mendapatkan materi yang seharusnya diajarkan pada saat kuliah. Saya bisa melewati kesulitan itu dengan bantuan para dosen, teman-teman, serta dukungan dan doa dari keluarga,” katanya.
Joshie Katherine, Kepala SMP IICS, menyatakan selalu memantau setiap talenta siswanya. “Kami melihat Patrick punya minat besar pada fisika dan sains. Maka, sejak di kelas VII, kami ikutsertakan di kompetisi matematika, IPA, dan bahasa Inggris,” ujarnya.

Awalnya, Patrick hanya tertarik membaca artikel sains dan biografi berbagai ilmuwan hebat di masa lalu yang penemuannya berjasa bagi kehidupan manusia sekarang. “Sejak itu saya terinspirasi untuk mempelajari sains, dan semoga saya bisa seperti ilmuwan yang saya baca ceritanya selama ini. Harapan terdekat saya ingin dapat mengikuti berbagai kompetisi nasional maupun internasional agar dapat mengharumkan nama sekolah dan Indonesia,” ujar Patrick.

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*