Kisah Memilukan Dari Dua Ibu Kembar Yang Lumpuh dan di Tinggal Oleh Suaminya

Lumpuh-08

Sapujagat.com – Susana dan Susani kini hanya bisa terbaring lemah tak berdaya di sebuah kamar berlantai ubin kasar dengan alas kasur lantai tipis. Selimut jarik selalu menjadi teman mereka berdua menemani dinginnya udara di esa Sriwungu Kecamatan Tlogomulyo, Temanggung, Jawa Tengah, rumah kedua orangtuanya.

Saat sedang dalam kondisi tidak berdaya karena lumpuh layu, baik Susana maupun Susani ternyata diterlantarkan oleh suami-suaminya. Suami Susana dan Susani memilih meninggalkan istrinya karena mereka dianggap sudah tidak berguna lagi.

“Yang lebih tragis lagi mereka itu ditinggalkan oleh suami-suaminya. Suami pergi meninggalkan Susani dan Susani setelah keduanya lumpuh total,” ujar Camat Tlogomulyo, Widodo Budi Wibowo kepada merdeka.com lewat sambungan telepon, Selasa (23/12).

Susana dan Susani kini berusia 29 tahun. Keduanya sudah memiliki buah hati, maing-masing seorang putra. Kedua saudara kembar ini hanya bisa berbaring tak berdaya setelah penyakit langka membuat keduanya lumpuh layu sejak tahun 2007 lalu

Menurut Camat Tlogomulyo, Widodo Budi Wibowo, semasa muda, Susana dan Susani adalah kembang desa. Banyak pria yang tergila-gila dengan keduanya.

Dikutip dari Merdeka bahwa Menurut Camat Widodo, suami Susani dan Susani juga orang Temanggung hanya beda kecamatan. Namun keduanya memilih meninggalkan istrinya setelah mereka menderita lumpuh menahun yang tak kunjung sembuh itu.

“Tekanan batin itu juga mungkin yang membuat kondisi keduanya semakin rapuh. Sungguh sangat kasihan, tetapi kita tidak bisa berbuat apa-apa,” ujar Widodo.

Susana dan Susani sudah memiliki anak yang saat ini sudah masuk usia sekolah. Anak Susani dan Susana sekarang ini juga di rawat oleh kakek dan nenek mereka.

“Jadi Pak Sadirin dan Sri Rejeki itu merawat dua putri kembarnya (Susana dan Susani) sekaligus merawat dua cucunya dari Susani dan Susana. padahal Pak Sadirin dan Sri Rejeki bukan tergolong orang mampu di desa,” ujarnya.

Setiap pagi, Pak Sadirin dan istrinya Sri Rejeki juga selalu menggendong Susana dan Susani ke luar rumah. Hal ini dilakukan agar keduanya mendapat sinar matahari pagi.

“Katanya harus sering kena sinar matahari pagi, nah makanya setiap pagi Susana dan Susani digendong bapak dan ibunya ke luar rumah untuk dijemur,” ujarnya.

Menurut Widodo, berbagai upaya penyembuhan sudah dilakukan orangtua mereka. Jalan medis maupun non medis juga sudah coba diupayakan, namun hingga kini tak kunjung membuahkan hasil. Kini Pak Sadirin dan istrinya Sri Rejeki hanya bisa pasrah sambil berharap ada pihak lain yang membantu penyembuhan putri kembarnya itu.

Keluarga ini pun sangat membutuhkan uluran tangan dari para dermawan. Terlebih saat ini anak dari Susana dan Susani juga hidup bersama kakek dan neneknya, Pak Sadirin dan Sri Rejeki.

“Ya semoga ada dermawan yang bisa membantu mereka berdua agar bisa kembali pulih dari sakitnya. Kasihan betul mereka berdua dan keluarga,” ujarnya.

Inilah video yang di dapat dari youtube

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*