Gunakan “Signal Jammer” Komplotan Pembajak Truk Kontainer Beraksi di Area Peristirahatan

SIGNAL-JAMMERGunakan “Signal Jammer” Komplotan pembajak truk kontainer yang beraksi di area tempat peristirahatan di Tol Jakarta-Cikampek dan Tol Surabaya-Gresik menggunakan signal jammer untuk mengacak sinyal Global Positioning System (GPS) yang dipasang di truk curian. Dengan begitu, pemilik truk tidak dapat mendeteksi tujuan truk yang dicuri dan isinya dibongkar oleh para pelaku.

“Truk target yang telah dicuri para tersangka, dibawa dan dibongkar muatannya. Dalam perjalanan, para pelaku mengoperasikan signal jammer untuk mengacak sinyal GPS yang ada di truk target sehingga saat pembongkaran muatan tidak terdeteksi,” ungkap Kapolresta Bekasi, Kombes Pol Isnaeni Ujiarto, di Mapolresta Bekasi, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Selasa (23/12).

Dia melanjutkan, setelah isi truk kontainer curian dikuras para pelaku, kemudian truk di tinggalkan di satu tempat dalam keadaan kosong.

Anggota Reskrim Polresta Bekasi, kata Isnaeni, mengendus aksi para pelaku setelah melakukan penyelidikan dan menangkap pelaku BD (50) di Lamongan, Jawa Timur pada pertengahan Desember ini.

Kemudian dilanjutkan dengan penangkapan AD (53) di Bekasi Utara, Kota Bekasi dan MA (43) di Jakarta Timur. Berdasarkan informasi dari MA, petugas berhasil menangkap empat pelaku lainnya yakni AG (42), IS (46), HR (44), dan SR (47) di Bangkalan Madura, Jawa Timur. Tiga pelaku di antaranya ditembak petugas karena berupaya melarikan diri dan tidak menghiraukan tembakan peringatan.

“Kita masih mengembangkan kasus ini untuk menangkap tersangka dan barang bukti lainnya,” kata dia.

Diberitakan sebelumnya, anggota Reskrim Polresta Bekasi meringkus tujuh pelaku pencurian dengan kekerasan (curas) dengan modus pembajakan terhadap truk kontainer berbagai jenis yang melintas di sepanjang Tol Jakarta-Cikampek dan Tol Surabaya-Gresik.

“Mereka sudah beraksi sejak 2007 hingga saat ini. Telah melakukan pencurian dengan kekerasan terhadap puluhan truk bermuatan sarden, minyak goreng, aqua, beras dan produk pabrik lainnya,” ujarnya.

Para pelaku dijerat Pasal 365 ayat (2) KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.

Dari tangan pelaku, kepolisian menyita barang bukti berupa tiga buah pistol air softgun, sembilan belas handphone, senjata tajam jenis clurit, pisau dan kujang, uang tunai Rp 2,25 juta, tiga STNK, satu buah kalung emas, satu unit Cinemax LED Polytron dan speaker, lima buah borgol, tiga unit sepeda motor milik pelaku, buku tabungan Bank Mandiri dan BNI, dan buku KIR.

Serta menyita satu kendaraan truk Fuso yang digunakan untuk operasional pelaku dan tiga kendaraan roda empat milik tersangka yang dibeli dari hasil kejahatan.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*