Pemerintah Ringankan Pajak dan Bea Masuk Untuk Industri Galangan Kapal

galanganSapujagat.com – Kementerian Perindustrian mencatat saat ini terdapat 198 industri galangan kapal di Indonesia. Sebanyak 110 galangan kapal yang berada di Pulau Batam, Kepulauan Riau, tergolong sangat sukses dan mampu menyerap 120 ribu tenaga kerja. Sedangkan sisanya 88 industri galangan kapal tidak mampu bersaing sehingga masuk dalam daftar calon peneriman fasilitas fiskal dan non-fiskal.

Pemerintah mengobral insentif bagi pelaku industri galangan kapal, mulai dari keringanan pajak penghasilan (PPh) hingga pembebasan bea masuk dan pajak pertambahan nilai (PPN). Seluruh fasilitas fiskal tersebut efektif berlaku per 1 Januari 2015.

Indroyono menjelaskan langkah ini merupakan inisiatif pemerintah untuk mendorong produktifitas industri galangan kapal. Kebijakan ini juga sejalan dengan program prioritas pembangunan pemerintah di sektor maritim.

Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Indroyono Soesilo mengatakan “Untuk itu kami akan merevisi PP No. 38 tahun 2003 tentang fasilitas PPN dan PP No. 51 tahun 2011 tentang insentif PPh. Sedangkan untuk pembebasan bea masuk akan terbit aturannya pada akhir tahun ini sehingga bisa dimanfaatkan per Januari 2015,”¬†Jakarta, Senin (22/12).

Seperti dikutip CnnIndonesia,¬† insentif nonfiskal lain yang dijanjikan Indroyono adalah penggunaan disain-disain kapal milik Pusat Disain Kapal Nasional (PDK) Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya. “Kami akan buat tim dan akan dirapatkan, begitu selesai, diketuk langsung berlaku,” jelasnya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*