Anak Usia Delapan Tahun Terinfeksi Virus HIV di Tiongkok Terancam di Usir

C4F3F838-6D03-44F0-812A-856FB47CFD17_w640_r1_sSapujagat.com– Seperti dilaporkan Reuters, masyarakat Tiongkok yang hidup dengan HIV dan AIDS kerap menghadapi diskriminasi dan stigma. Tenaga medis pun terkadang menolak untuk menyentuh mereka.

Sebelumnya lebih dari 200 warga desa di provinsi barat daya Sichuan, Tiongkok menandatangani petisi untuk mengusir Kun Kun, seorang anak berusia delapan tahun yang terinfeksi virus HIV.

Meskipun pemerintah memiliki kebijakan dan undang-undang yang bertujuan untuk menghentikan diskriminasi HIV/AIDS, kesalahpahaman tentang penyakit ini telah menyebabkan anak-anak yang terkena virus tersebut dilarang bersekolah, atau bahkan ditinggalkan orang tuanya.

Menurut media lokal setempat, Kun tertular virus HIV dari ibunya. Setelah dia didiagnosis terserang virus HIV pada 2011 lalu, dia dikeluarkan dari sekolah dan dikucilkan oleh warga desa

“Salah satu dari warga desa memanggil Kun dengan sebutan ‘bom waktu’,” begitu tulis surat kabar resmi milik Partai Komunis Tiongkok, People’s Daily, seperti ditulis Reuters, Rabu (17/12).

Pada awal Desember, lebih dari 200 warga desa, termasuk wali dan kakek Kun, menandatangani petisi untuk mengeluarkan sang anak dari desa.

“Tak seorang pun ingin bermain dengan saya,” kata Kun.

Terkait Hal ini, pihak berwenang dan walikota desa menyatakan Kun berhak hidup dan tumbuh selayaknya anak-anak di desa tersebut.

“Kami akan memberikan penyuluhan psikologis kepada warga,” kata pejabat desa setempat.

UNAIDS memperkirakan sekitar 780.000 orang di Tiongkok terinfeksi AIDS pada akhir tahun 2011.

Pada tahun 2012, Presiden Xi Jinping mengunjungi sekelompok orang yang hidup dengan HIV di Beijing, Xinhua, Xi mendesak masyarakat untuk mengakhiri diskriminasi dan menerangi kehidupan penderita HIV/AIDS dengan cinta.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*