‘Beternak’ Properti Investasi Secara Sehat

Cara-Memulai-Bisnis-Properti-Tanpa-ModalSapujagat.com – Praktisi Ryan Filbert mengatakan harga properti saat ini melonjak tidak wajar. Demi mengeruk keuntungan di masa depan banyak orang membeli rumah sebagai lahan investasi.

“Banyak orang yang membeli properti untuk meraih keuntungan belaka. Itu yang menyebabkan harga properti saat ini tidak terkendali,” kata Ryan Filbert, seperti dikutip Antara, Sabtu (13/12).

Dia mengilustrasikan, seorang pemilik dana Rp 10 miliar bisa memiliki 10 properti, masing-masing seharga Rp 1 miliar. Namun, properti itu bukan untuk digunakan sendiri, melainkan dijual kembali dengan harga lebih tinggi.

Contoh lain, sebuah perusahaan properti bisa menjual bangunan belum jadi, sehingga menghasilkan omset sekitar Rp 2 triliun per hari. “Itu euforia judi,” katanya.

“Akibatnya, kita mau membeli rumah, jadinya nggak mampu karena daya beli kita nggak sesuai dengan daya beli orang-orang yang membeli properti untuk dijual kembali,” ujarnya.

Dia melihat bahwa penawaran properti berharga tinggi tanpa diimbangi permintaan cukup bakal berujung pada anjloknya harga properti tersebut.

Ryan mencontohkan beberapa daerah yang harga propertinya saat ini mengalami penurunan. Seperti, Puncak (Jawa Barat), Tangerang (Banten), Jakarta Barat, dan Jakarta Utara.

“Hal ini karena harga demand-nya nggak cocok. Demand-nya di harga Rp2 miliar tapi harga jualnya mencapai Rp4 miliar. Tidak ketemu harganya,” kata dia.

Dia menyarankan masyarakat untuk berinvestasi properti secara sehat. Salah satu caranya, “beternak” properti.

beternak properti maksudnya orang membeli properti dan menyewakannya kepada pihak lain. Uang sewa tersebut dikumpulkan untuk membeli properti berikutnya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*