Sebuah Pedoman di Keluarkan ISIS Untuk Perkosa Perempuan

7305748_20141104063531Sapujagat.com– Pedoman yang hadir dalam bentuk tanya jawab ini  memperbolehkan pemerkosaan terhadap anak.

Sebelumnya kelompok militan ISIS mengeluarkan sebuah pedoman untuk menangkap, menghukum serta memperkosa perempuan dan menjelaskan tentang bagaimana menjadikan mereka sebagai budak seks.

Pedoman sederhana berjudul ‘Tanya Jawab dalam Mengambil Tawanan dan Budak’ ini diketahui dibuat pada 3 Desember oleh penerbit ISIS; Departemen Penelitian dan Fatwa.

Pedoman tersebut kemudian diterjemahkan oleh Lembaga Penelitian Media Timur Tengah, sebuah lembaga non pemerintah yang berbasis di Washington DC, Amerika Serikat.

Peneliti dari lembaga think tank anti-ekstremis Inggris, Quilliam, mengatakan mereka yakin bahwa pedoman ini dapat ditelusuri kembali ke berbagai propaganda ISIS.

ISIS diketahui telah menculik lebih dari 1.500 perempuan dan sekitar 4.600 lainnya telah hilang.

Dalam interpretasi ISIS soal abad pertengahan Islam dalam buku pedoman itu, semakin jelas terlihat bagaimana ISIS membenarkan cara memperlakukan perempuan dan perlakuan semacam itu diperbolehkan karena mereka adalah tahanan non-Muslim.

Pedoman itu juga menyatakan ISIS memperbolehkan pemerkosaan terhadap budak setelah mereka membelinya dan mengijinkan hubungan intim dengan budak perempuan yang belum mencapai masa pubertas jika ia sehat untuk bersetubuh.

Budak perempuan di sini mengacu pada al-Sabi dan mereka hanya dapat diambil dari ‘ahl al-harb’, kelompok yang diperangi oleh ISIS atau dengan kata lain, siapapun yang tidak mengikuti interpretasi ekstrem mereka terhadap al-Quran.

Selain mengijinkan pemerkosaan, pedoman tersebut juga memperbolehkan pemukulan terhadap budak perempuan sebagai bentuk disiplin.

Namun, ada beberapa larangan dalam pemukulan, seperti tidak boleh memukul hingga merusak organ tubuh, memukul untuk tujuan mencapai kepuasan atau memukul untuk menyiksa. Lebih lanjut, dalam pedoman ini juga melarang pemukulan di wajah.

“Isinya, meskipun menjijikkan dan mengejutkan, tetapi tidak mengherankan. Kita tahu bahwa ideologi ISIS membenarkan dan mensahkan perbudakan dalam publikasi-publikasi terakhir,” ujar Charlie Winter, dari Quilliam Foundation kepada Independent, dikutip dari RT.

ISIS membuat daftar harga para budak perempuan ini berdasarkan umur mereka.

Perempuan yang berumur antara 40-50 tahun akan dijual seharga US$43 dan anak-anak yang berumur antara 10-20 tahun akan dijual seharga US$125. Sementara anak-anak di bawah sembilan tahun akan dijual seharga US$166.

Poin lain dalam pedoman ini juga menyebutkan bahwa budak perempuan atau laki-laki yang kabur adalah yang paling parah dosanya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*