Tips menjaga dari penyakit “Kanker Dompet”

dompet-kosong

“Kanker Dompet” Penyakit apakah itu ? Ya, penyakit “Kanker Dompet” adalah penyakit yang membuat dompet anda habis seketika di awal bulan atau seminggu setelah anda mendapat gajian.

Pada dasarnya manusia mempunyai kebutuhan yang seolah tidak ada habisnya. Jika kebutuhan primer/dasar (pangan, sandang, papan) telah terpenuhi maka ia akan punya kecenderungan untuk memenuhi kebutuhan sekundernya seperti pendidikan dan kesehatan. Jika kebutuhan primer dan sekunder sudah terpenuhi maka meningkat pada kebutuhan tersier/kemewahan. Misalnya seseorang mempunyai penghasilan 1 juta perbulan, ia dapat tercukupi kebutuhannya dengan mengesampingkan beberapa kebutuhan yang tidak terlalu penting misalnya rekreasi.

Ketika penghasilannya meningkat menjadi 2 juta, maka 1 juta perbulan menjadi tidak cukup lagi karena kebutuhan yang semula terasa mewah (seperti rekreasi) meningkat statusnya menjadi kebutuhan yang perlu dipenuhi. Demikian pula jika penghasilannya meningkat menjadi 3 juta maka yang 2 juta menjadi tidak cukup karena kebutuhan rekreasi yang semula bisa dipenuhi dengan biaya murah meriah misalnya jalan-jalan ke taman kota meningkat biayanya karena harus rekreasi ke tempat dengan biaya besar. Demikian seterusnya, berubahnya penghasilan bias merubah gaya hidup manusia pada umumnya.

Dengan demikian, maka terpenuhi atau tidak kebutuhan seseorang tidak tergantung pada seberapa tinggi penghasilannya, tapi tergantung pada seberapa cakap ia mengelola penghasilannya. Banyaknya penghasilan seseorang tidak menjamin cukupnya kebutuhan. Ada orang yang merasa cukup dengan penghasilan yang sedikit, namun ada juga yang sudah berpenghasilan 10 juta perbulan ternyata masih keteteran karena gaya hidupnya yang hedonis. Tinggi ataupun rendah penghasilan seseorang perlu pengaturan/pengelolaan yang baik agar tidak lebih besar pasak daripada tiang. Tanpa pengelolaan yang baik beerapapun penghasilan kita tidak akan pernah mencukupi. Karena semakin meningkat penghasilan seseorang maka makin besar pula tingkat pemenuhan kebutuhannya.

TIPS MENGELOLA KEUANGAN

Buat Perencanaan

Merencanakan pendapatan dan pengeluaran merupakan titik awal mengelola keuangan. Dengan perencanaan yang baik, kita dapat mengatur kebutuhan dan menentukan skala prioritas kebutuhan mana yang harus didahulukan untuk dipenuhi. Meskipun pada prakteknya seringkali tidak sesuai dengan perencanaan namun setidaknya dengan perencanaan kita akan lebih mudah mencapai tujuan

• Tulis pos-pos rencana Pendapatan dan Pengeluaran dalam satu bulan

• Atur pengeluaran jangan sampai lebih besar pasak daripada tiang

• Bedakan antara kebutuhan dan keinginan. Kebutuhan merupakan sesuatu yang harus dipenuhi dan diprioritaskan meski kadang tidak kita inginkan. Kebutuhan kita akan sesuatu ada batasnya. Sedangkan keinginan adalah sesuatu yang kita ‘ingin’ meskipun kadang tidak kita butuhkan. Keinginan bersifat tidak terbatas.

• Buat skala prioritas, mana kebutuhan yang sangat penting, penting, kurang penting dan tidak penting.

Catat Pengeluaran harian

Mencatat pengeluaran secara detil dapat membantu kita untuk mengetahui mana pengeluaran yang memang perlu dan merupakan kebutuhan dan pengeluaran mana yang mana yang kurang perlu dan bisa dikesampingkan di hari kemudian.

Nabung

Dalam hal ini menabung dapat digolongkan dalam 2 bagian yaitu menabung di dunia untuk berjaga-jaga atas kebutuhan yang mendesak dan menabung untuk akherat berupa harta yang kita nafkahkan di jalan Allah sebagai investasi kita untuk masa depan yang abadi. investasi akherat tidak akan pernah merugi bahkan akan berlipat ganda tak hanya di akhirat nanti tapi juga akan menambah rizki kita di dunia. Kedua tabungan ini harus kita usahakan pemenuhannya supaya ketenangan hidup kita bertambah.

Tips nabung

• Tentukan tujuan menabung – misal untuk ONH, beli motor, biaya sekolah, dsb

• Lakukan di awal bulan, jangan menunggu sisa krn biasanya manusia sulit menahan diri utk tdk menghabiskan uang (misal susah utk nabung 100 rb tapi bisa bayar utang 200 rb)

• Gunakan segala macam cara : Lembaga Keuangan, celengan ayam, toples, asuransi, obligasi dll. Untuk lembaga keuangan usahakan menggunakan jasa bank syariah atau lembaga Syariah lain misalnya BMT agar terhindar dari riba.

• Jangan meremehkan uang receh. Kata pepatah ”Berdikit-sedikit lama-lama menjadi bukit.” Bahkan dengan menabung secara rutin dan istiqomah seorang tukang becak bisa menunaikan ibadah haji.

Menabung

Berakit-rakit ke hulu berenang-renang kemudian,

bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian

Hindari utang

Selain itu kita juga harus berusaha menghindari utang

Tips utang

• Pikir masak-masak sebelum utang

• Sebaiknya utang hanya dilakukan jika benar-benar butuh misalnya untuk memenuhi kebutuhan primer atau untuk digunakan untuk modal usaha usaha. Jangan berhutang karena ‘keinginan’ untuk bermewah-mewahan dan membeli sesuatu yang tidak kita butuhkan atau bisa ditunda pemenuhannya

Utang

Berenang-renang ke hulu terhanyut ke tepian,

bersenang-senang dahulu kepala nyut-nyut kemudian.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*