Banyak Keluhan Dari Karyawan Twitter, Twitter Bukan Lagi Tempat Kerja Terbaik

twitter-orangSapujagat.com– Nama Twitter tidak masuk dalam daftar 50 perusahaan terbaik untuk bekerja di tahun 2015 versi Glassdoor, yang mengumpulkan data gaji anonim hingga opini karyawan.

Dua tahun lalu, Twitter selalu masuk dalam daftar tempat bekerja terbaik, menurut situs karier internasional Glassdoor. Tapi itu dulu, sekarang Twitter bukan lagi tempat kerja terbaik.

Menurut laporan Bloomberg, terdapat banyak keluhan dari karyawan Twitter tetnang rencana perusahaan mikro blog itu yang terus berubah.

Hal ini menambah masalah sejak Twitter menjadi perusahaan publik pada November 2013. Perusahaan yang dipimpin oleh Dick Costolo selaku CEO itu, mengalami masalah pertumbuhan pengguna yang minim serta saham yang anjlok.

“Ada erosi kepercayaan kepemimpinan pada 2014,” kata CEO Glassdorr mengomentari Twitter.

Salah seorang yang memberi ulasan pada Twitter mengatakan, perusahaan itu memiliki “rencana jangka panjang” yang “penuh kekacauan.” Yang lain mengeluh “pergolakan kepemimpinan di atas telah di luar kendali.”

Tentu saja, juru bicara Twitter, Natalie Miyake, membantah data Glassdorr. Ia mengatakan “karyawan sangat bangga dan terus berbagi misi dalam membangun paltform yang menghubungkan semua orang dengan dunia.”

Perusahaan terbaik untuk bekerja di tahun 2015 menurut versi Glassdoor adalah Google dengan nilai 4.5. Namun, perlu dicatat, pemeringkatan ini hanya berlaku untuk lokasi kerja di Amerika Serikat.

Dalam dua tahun terakhir, Google sebelumnya hanya mampu menempati posisi enam dengan posisi pertama ditempati oleh Twitter.

Facebook tahun ini berada di peringkat ke-13. Posisi ini membuat Facebook jadi perusahaan teknologi terbaik kedua untuk para pencari kerja dengan nilai 4.1.

Dari 50 nama perusahaan, ada 14 perusahaan teknologi di sana, antara lain F5 Networks (peringkat #4, nilai 4.3) Qualcomm (#14, 4.1), Adobe (#18, 4.1), Apple (#22, 4.0), LinkedIn (#23, 4.0), hingga Nvidia (#36, 3.9)

Pembuatan daftar perusahaan terbaik ini didasarkan atas hasil umpan balik dari survei yang dilakukan pada karyawan di setiap perusahaan.

Glassdoor menggunakan sebuah situs anonim untuk mengirimkan survei kepada para karyawan. Kemudian, para karyawan ini mengisi setiap pertanyaan sesuai dengan apa yang mereka rasakan terhadap perusahaan.

Dalam survei ini terdapat beberapa variabel yang dipertanyakan. Termasuk alasan untuk bekerja di perusahaan, keuntungan, kerugian, seberapa puas mereka terhadap perusahaan secara keseluruhan, bagaimana CEO memimpin dalam bekerja, hingga beberapa atribut kunci seperti peluang karir, budaya dan manajemen.

Setelah itu, Glassdoor mengolah setiap jawaban dari karyawan dengan alogaritma khusus untuk menentukan peringkat keseluruhan berdasarkan kuantitas, kualitas dan konsistensi tinjauan.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*