100 Juta – 150 Juta Ton Kebutuhan Dalam Negeri, Pengusaha Batubara Siap-Siap Kebanjiran Order

wamen-esdm_pengusaha-batubara-banyak-lakukan-kecurangan-pajak-_big__20111114193528_file_vino_cmsSapujagat.com-Wapres mengatakan saat ini ekspor komoditas, seperti batubara, kelapa sawit, dan karet, anjlok akibat menurunnya permintaan dunia. Hal itu juga membuat harga jual komoditas tersebut terus mengalami penurunan.

Untuk itu Pemerintahan Joko Widodo menargetkan pembangunan pembangkit listrik berkapasitas 35 ribu Megawatt. Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) meyakini kebijakan tersebut akan meningkatkan kembali permintaan dan pengiriman batubara di pasar domestik.

“Jadi yang punya batubara bersiap-siaplah akan banyak lagi order. Kita sudah hitung (kebutuhannya) 100 juta atau 150 juta ton kebutuhan dalam negeri (per tahun),” ujar JK di kantornya, Rabu (10/12).

“Tapi nanti kita barengi lagi dengan (pembangunan pembangkit) l‎istrik yang besar di Indonesia. Artinya pengiriman batubara berubah, yang tadinya dari Kalimantan atau Sumatera ke China menjadi ke Jawa,” tuturnya.

Kebijakan ini, lanjut JK, juga akan menimbulkan efek berganda ke sektor industri lain. Dampak positifnya juga akan dirasakan oleh para pelaku industri pelayaran karena distribusi batubara akan membutuhkan banyak kapal pengangkut.

“Membutuhkan banyak sistem, banyak kapal, banyak pelabuhan untuk angkut itu. Dibutuhkan sistem angkutan besar di masa mendatang,” katanya.

Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan kebijakan pemerintah mengalokasikan produksi batubara untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri atau domestic market obligation (DMO) tahun ini tidak mencapai target. Hingga akhir Oktober 2014, alokasi DMO batubara baru mencapai 55 juta ton.

Wapres mengatakan industri pelayaran harus punya visi yang jelas dan sejalan dengan pembangunan ekonomi nasional. “Ekonomi akan baik apabila transportasinya teratur. Transportasi baik kalau ekonomi berkembang. Satu pihak saling mempengaruhi, maka keduanya harus berkembang,” tuturnya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*