Akibat operasi katarak gratis di India, 15 warganya buta

141205142112_katarak_india_3_624x351_reuters_nocredit

Ini merupakan insiden terbaru yang menyoroti betapa buruknya perawatan medis di negeri tersebut.

Operasi salah penanganan di kamp operasi mata gratis ini diketahui ketika 15 pasien datang ke kantor pemerintah pada Rabu (3/12) meminta obat-obatan dan bantuan finansial.

Lima belas warga India kehilangan penglihatan mereka setelah dokter diduga menggunakan peralatan medis yang tidak steril untuk mengangkat katarak di kamp operasi mata gratis di India.

Operasi ini mengambil tempat di sebuah desa di luar kota Amritsar pada awal November.

“Mereka sangat bingung dan tidak berdaya. Butuh waktu untuk mereka untuk datang ke kami karena mereka tidak pernah tahu bahwa ini akan menjadi masalah yang sangat serius,” ujar Ravi Bhagat, wakil komisaris kota Amritsar, dikutip Reuters.

Menurut ahli bedah senior pemerintah kota Amritsar, Rajiv Bhalla, saat ini pemerintah sedang mencoba memeriksa kondisi 45 pasien lain yang dioperasi di kamp negara bagian Punjab, India utara tersebut.

“Penyebabnya kemungkinan karena menggunakan peralatan yang tidak steril, hanya itu yang menjadi satu-satunya alasan infeksi pada mata. Tidak ada kesempatan bagi mereka untuk mendapatkan penglihatan kembali,” ujar Bhalla.

Penyelidikan kriminal telah diluncurkan terhadap lembaga non-pemerintah dan para dokter yang melakukan operasi terhadap warga India, mayoritas perempuan tua, tanpa berkonsultasi dengan otoritas kesehatan setempat.

Belum ada jawaban dari pihak penyelenggara yang mendirikan kamp ataupun rumah sakit yang bertanggung jawab atas operasi ini.

Menurut lembaga non-pemerintah Inggris, Sightsavers, India memiliki jumlah penderita kebutaan terbanyak di dunia dan katarak adalah salah satu penyebab utama warga India kehilangan penglihatan mereka.

“Ini (katarak) hanya operasi kecil yang hasilnya secara normal sangat bagus. Ini seharusnya tidak pernah terjadi,” ujar Bhalla.

Operasi gagal ini menambah panjang daftar malapraktik di India akibat buruknya peralatan medis.

Menurut laporan organisasi kesehatan dunia WHO, India berada di peringkat paling rendah untuk negara yang mengeluarkan anggaran kesehatan.

Bulan lalu, setidaknya 13 perempuan meninggal dunia setelah mendapatkan perawatan di kamp sterilisasi massal yang tidak bersih di India pusat.

Sebuah penyelidikan mandiri menemukan para dokter di kamp ini menggunakan jarum yang sama kepada setiap pasien dan stafnya pun tidak pernah mengganti sarung tangan mereka.

Penyelidikan juga dilakukan terhadap praktik sterilisasi di Banarpal, distrik Angul, negara bagian Odisha, setelah seorang dokter bedah ketahuan menggunakan pompa sepeda dalam operasi tersebut.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*