Tim Antimafia Migas Menemukan Kejanggalan Harga Jual BBM

1150536-minyak-bumi-780x390

Sapujagat.com– Fahmy Radhi, anggota Tim Reformasi Tata Kelola Migas menjelaskan dalam menghitung harga jual BBM bersubsidi Pertamina menunjuk sejumlah ahli untuk menentukan harga. Hal ini dilakukan dalam rangka menemukan harga jual yang tepat dengan mempertimbangkan fluktuasi nilai Rupiah, patokan harga Indonesian Crude Price (ICP), hingga biaya produksi.

Selain penggunaan formulasi harga yang rumit saat pengadaan minyak impor oleh Pertamina Energy Trading Limited (Petral), Tim Reformasi Tata Kelola Migas juga menemukan adanya kejanggalan dalam penetapan harga jual bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

Setelah itu, angka tersebut diserahkan ke Pemerintah yang nantinya akan memutus berapa besaran harga jual BBM bersubsidi ke masyarakat dengan pertimbangan Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

“Yang mengherankan kenapa harga yang ditetapkan Banggar selalu lebih tinggi dibandingkan harga yang diusulkan para ahli tadi. Umumnya ada selisih sekitar US$ 3 sampai US$ 4 per barel. Ada apa ini?” tanya Fahmy.

Tim Antimafia Migas akan terus melakukan pembicaraan intensif mengenai sejumlah kejanggalan tersebut dengan Pertamina.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*