Sektor Industri Dasar Naik 1,82 persen, IHSG Menguat

ihsg-menguatSapujagat.com– Berdasarkan catatan Mandiri Sekuritas, sebanyak 133 saham naik, 169 saham turun, 79 saham tidak bergerak, dan 165 saham tidak ditransaksikan. Hari ini, investor membukukan transaksi sebesar Rp 5,77 triliun, terdiri dari transaksi reguler Rp 4,78 triliun, transaksi negosiasi Rp 998,13 miliar, dan transaksi tunai Rp 69 juta.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada perdagangan hari ini di tengah kontraksi mayoritas bursa global. Indeks bergerak di antara 5.134 – 5.167 dan ditutup pada level 5.164, menguat 14 poin (0,28 persen) dibandingkan posisi pembukaan hari ini.

Secara total, investor asing membukukan transaksi beli bersih (net buy) sebesar Rp 67,7 miliar. Di sisi lain, investor asing membukukan transaksi beli bersih sebesar Rp 100,9 miliar di pasar reguler.

Sebanyak enam sektor menguat, dipimpin oleh sektor industri dasar yang naik 1,82 persen dan sektor properti yang naik 1,4 persen. Saham di sektor industri dasar yang paling menguat adalah PT PT Jakarta Kyoei Steel Works Tbk (JKSW) yang naik 5,66 persen dan PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) naik 4,22 persen.

Di sektor properti, saham yang paling terapresiasi adalah PT Gowa Makassar Tourism Development Tbk (GMTD) sebesar 9,44 persen dan PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL) sebesar 7,07 persen.

Dari Asia, mayoritas indeks saham terkoreksi. Kondisi itu ditunjukkan oleh indeks Kospi di Korsel yang turun sebesar 0,79 persen dan indeks Hang Seng di Hong Kong minus 2,58 persen, sedangkan indeks Nikkei225 di Jepang masih menguat 0,75 persen.

Sore ini, mayoritas indeks saham di Eropa juga menunjukkan koreksi sejak dibuka tadi siang. Indeks FTSE100 di Inggris turun 0,74 persen, DAX di Jerman melemah 0,25 persen, dan CAC di Perancis terkoreksi 0,6 persen.

Di pasar valas, nilai tukar rupiah terkoreksi sebesar 75 poin (0,61 persen) ke Rp 12.280 per dolar AS, setelah bergerak di kisaran Rp 12.235-Rp 12.284 per dolar AS.

Sejumlah pemberitaan yang disinyalir Mandiri Sekuritas mempengaruhi psikologis pelaku pasar antara lain pengumuman Badan Pusat Statistik (BPS) mengenai inflasi November sebesar 1,5 persen dan surplus neraca perdagangan Indonesia sebesar US$ 20 juta pada Oktober 2014.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*