Banjir Melanda Perancis Lima Orang Tewas 2.800 Orang di Evakuasi

208229_banjir-di-kota-grimma--jerman_663_382Sapujagat.com– Media Perancis, The Local, pada Minggu (30/11) memberitakan bahwa korban terbaru adalah seorang kakek berusia 73 tahun yang meninggal akibat gagal jantung di Rivesalter, wilayah Pyrenees-Orientales, saat mencoba mendorong mobilnya yang terendam banjir.

Banjir terparah selama beberapa tahun terakhir terjadi di selatan Perancis, menewaskan lima orang dan memaksa lebih dari 3.000 orang untuk mengungsi.

Wilayah selatan Perancis diterpa hujan dan badai yang menyebabkan sungai meluap dalam beberapa pekan terakhir.

Selain lima orang tewas, seorang bocah perempuan berusia delapan tahun masih hilang setelah badai menyebabkan banjir bandang pada Kamis dan Jumat pekan lalu.

Banjir yang terjadi kali ini adalah yang terparah sejak tahun 1999 yang menewaskan 35 orang.

Pemerintah mengatakan telah mengevakuasi warga yang tinggal di radius 200 meter dari tepi sungai.

Sepanjang sungai Agly yang meluber, sekitar 2.800 orang dievakuasi pada Minggu sore, seperti disampaikan aparat pemerintah.

Sekitar 250 orang di Sigean, selatan Narbonne yang merupakan daerah dataran rendah, juga mencari tempat aman dari banjir.

“Saya telah berusia 42 tahun, namun tidak pernah melihat yang seperti ini. Saat tetangga membangunkan kami pada pukul tiga pagi, air sudah mencapai satu meter di garasi,” kata seorang warga Kristel Gregori yang tinggal di Argeles, dekat sungai Massane yang meluap hingga sejauh 20 meter.

Sedikitnya 560 orang lainnya mengungsi dari rumah mereka di Canet, Argeles-sur-Mer dan Barcares di pesisir Mediterania. Kantor perdana menteri Perancis mengatasi situasi masih bisa dikendalikan.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*