Aburizal Bakrie : Ada upaya kudeta di dalam tubuh Golkar

Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie memberikan pidato politik pada pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Legislator Se-Indonesia di Ballroom Hotel Ritz-Carlton, Jakarta, Sabtu (5/6).

Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie dalam pidatonya di pembukaan Musyawarah Nasional Golkar di Hotel Westin, Nusa Dua, Bali, Minggu malam (30/11), menyatakan pembentukan Tim Penyelamat Golkar oleh Wakil Ketua Umum Golkar Agung Laksono merupakan upaya kudeta.

“Beberapa waktu lalu ada tindakan sepihak membentuk… apa itu istilahnya? (Tim Penyelamat Golkar) adalah sebuah kudeta yang bersifat inkonstitusional,” kata Ical, sapaan Aburizal.

Selain menyinggung Agung, Ketua Dewan Pimpinan Pusat Golkar Priyo Budi Santoso yang bergabung ke dalam Tim Penyelamat Golkar juga disebut Ical dalam pidatonya. “Juga Priyo Budi. Mereka meminta sesuatu yang tidak mungkin,” ujar Ical.

Tim Penyelamat Golkar sebelumnya menuntut Munas digelar seperti rencana semula pada Januari 2015. Mereka menuding percepatan Munas –yang merupakan keputusan Rapat Pimpinan Nasional Golkar di Yogyakarta (19/11)– merupakan akal-akalan Ical untuk kembali melanggengkan kekuasaannya di partai beringin.

Ical mengatakan seharusnya Agung Laksono dan Priyo Budi Santoso juga ikut hadir dalam Munas ini. “Bahkan (Ketua Dewan Pertimbangan Golkar) Akbar Tandjung juga hadir menyaksikan Rapimnas. (Ketika itu) tak ada satu pun yang memprotes (keputusan bahwa Munas digelar 30 November). Artinya keputusan Rapimnas bersifat sah dan mengikat,” ujar Ical

Ia menyatakan, penetapan Munas tanggal 30 November merupakan keputusan organisasi, bukan per orangan. “Munas adalah forum tertinggi. Mereka (Agung dan Priyo) akan dipertimbangkan sebagai (calon) Ketua Umum Partai Golkar (jika ikut Munas),” kata Ical lagi.

Mantan menteri koordinator kesejahteraan rakyat itu menyerukan kepada Agung cs untuk menghentikan upaya-upaya yang menurut dia tak konstitusional agar Golkar tak terpecah lebih dalam lagi.

Untuk diketahui, Agung Laksono saat ini berada di Bali namun berkeras tak menghadiri Munas. Ia menganggap aura Munas sejak awal tak demokratis. “Semua diarahkan untuk memenangkan Aburizal Bakrie,” kata Agung yang akan menggelar Munas tandingan pada Januari 2015.

Loading…

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*