‘Utusan Malaysia’ Menyebut Jokowi Angkuh, Inilah Kata Polhukam

16-11-2014-siadim-000Sapujagat.com – Menko Polhukam Tedjo Edhy menilai, kebijakan Jokowi itu adalah kebijakan yang tegas. Sebelumnya media Online ‘Utusan Malaysia’ menyebut Presiden Jokowi adalah pemimpin yang angkuh terkait kebijakan penenggelaman kapal asing di perairan Indonesia.

“Pak Jokowi bukan angkuh tapi tegas, kenapa orang kita digantung di sana, siapa yang angkuh sekarang. Media Malaysia mengatakan kita angkuh, lalu kenapa orang kita dihukum mati di sana? Berbuat kesalahan di sini kok nggak boleh ditenggelamkan. Resiprokal (saling berbalas-red) dong,” tegas Menko Tedjo di Istana Bogor, Jawa Barat, Jumat (28/11/2014).

Tedjo menilai seharusnya media Malaysia itu juga berpikir mengapa mereka melakukan suatu hukuman ke WNI yang melanggar di negerinya, tetapi Indonesia tidak. “Jangan mikir ke dirinya sendri, mereka boleh melakukan sesuatu ke warga kita lalu kenapa kita nggak boleh. Mereka juga mengobok-ngobok kekayaan laut yang ada di kita. Kita harus tegas presiden Jokowi tegas, bukan angkuh kalau kita balik ke Malaysia ngga mau juga,” paparnya.

Tedjo juga menjelaskan bahwa kapal asing yang ditenggelamkan adalah kapal yang melanggar batas laut, tidak memiliki surat-surat, dan bukan nelayan Indonesia, tetapi pakai bendera Indonesiaā€ˇ.

“Ada dasar hukumnya, nggak ada masalah. Ini negara kita. Jangan diatur oleh orang asing,” tutupnya.

Loading…

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*