Pemerintah Tidak Akan Menurunkan Harga BBM Subsidi Walau Harga Minyak Dunia Turun - Infotainment News Online Terkini

JagatNews

Pemerintah Tidak Akan Menurunkan Harga BBM Subsidi Walau Harga Minyak Dunia Turun

on

146306Sapujagat.com – Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro melihat, turunnya harga minyak dunia saat ini sifatnya harian, sementara kebijakan menaikkan harga BBM subsidi didasari oleh pertimbangan harga rata-rata minyak dunia setahunan.

Meski harga minyak dunia saat ini kembali turun ke level USD 70 per barel, pemerintah belum mewacanakan penurunan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi. Pasalnya, pemerintah menilai penurunan harga BBM subsidi harus memperhitungkan harga minyak dunia secara akumulasi dalam setahun.

“Ya kita harus lihat perkiraan harga tahun depan berapa, sekarang saja kan masih kalau dilihat rata-rata mungkin nggak USD 105 (per barel) tapi mungkin masih USD 100 (per barel) atau sedikit di bawah USD 100 nah itu masih ada subsidi. Kalau dalam setahun,” jelas Bambang di Istana Kepresidenan, Bogor, Jawa Barat, Jumat (28/11).

Bambang mengatakan, sifat harga minyak dunia fluktuatif. Pemerintah, lanjutnya, mengaku terus melakukan pengamatan terhadap harga minyak dunia.

“Ya kita gak tahu kan harga minyak masih bergerak terus. (Menurunkan harga BBM subsidi) Ngga tahu saya nggak mau berandai-andai karena kalau kita lihat kan juga kalau menghitung subsidi adalah besaran harus tahunan gak bisa harian,” imbuh Bambang.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said mengatakan pemerintah tidak akan menurunkan harga BBM subsidi walaupun harga minyak dunia turun. Fokus pemerintah justru mendekatkan harga BBM subsidi keekonomian.

“Di banyak media online, pengamat bilang tidak perlu menurunkan harga BBM subsidi. Tapi menyesuaikan dengan harga keekonomian lebih bagus,” ujar dia di Kementerian ESDM.

Menurut dia, pemerintah setengah mati menaikkan harga BBM subsidi dengan melawan resistensi dari luar. Hal tersebut dilakukan untuk pengalihan subsidi ke sektor yang lebih produktif.

“Tidak (penurunan harga BBM). Kita setengah mati menyesuaikan ke harga keekonomian dan meminimalisasi subsidi supaya bisa digeser ke sektor produktif. Selisih yang tipis bisa mengurangi penyelundupan dan penyelewengan BBM subsidi,” kata dia.

Menurut dia, kenaikan tersebut akan memperbaiki daya saing ekonomi nasional. Lantaran, pengalihan subsidi akan lebih difokuskan ke sektor produktif seperti pertanian. Selain itu, lanjut dia, masyarakat harus diajarkan untuk memikul beban nyata terutama subsidi BBM. “Kalau memikul beban nyata itu membangun masyarakat bukan menggendong mereka tapi membantu supaya sarana kehidupan mudah. Kalau punya kekuatan nyata bisa lebih kompetitif. Bisa lebih bersaing. Harga patokan kita tidak mungkin harga subsidi melewati harga keekonomian,” pungkas dia.