Inilah Foto Dua Bersaudara Teroris Pertama yang Divonis di Inggris

141126200500_nawaz_brothers1_624x351_metSapujagat.com– Mohommod Nawaz, 30, mendapat hukuman empat setengah tahun, dan adiknya, Hamza Nawaz, 24, dijatuhi hukuman tiga tahun penjara.

Dua bersaudara ini menjadi warga Inggris pertama yang dipenjara karena pelatihan terorisme di Suriah, dengan bukti-bukti antara lain foto-foto di ponsel mereka sendiri.

Mereka mengaku terlibat konspirasi untuk menghadiri kamp pelatihan terorisme di 2013. Hakim mengatakan “fokus” keduanya adalah rezim di Suriah dan bukan serangan di Inggris, dan tidak ada bukti bahwa keduanya mengambil bagian dalam pertempuran.

Hakim Christopher Moss QC menyatakan, “Bukti yang diperoleh dari ponsel membuktikan bahwa Anda berdua telah datang ke kamp yang digunakan untuk pelatihan teroris di Suriah.

“Bukti menunjukkan Anda berada di sana untuk jihad, dan ingin bergabung dengan kelompok ekstremis.”

Scotland Yard menggambarkan vonis pada dua orang itu merupakan “tonggak ” – dan akan merupakan awal dari serangkaian kasus lain yang akan dibawa ke pengadilan.

“Ke sini untuk jihad?”

Agustus lalu, anggota keluarga Nawaz menghubungi polisi untuk melaporkan hilangnya saudara mereka.

Kedua orang itu dilaporkan awalnya mengaku keluar untuk makan, namun ternyata bertolak ke Prancis dengan mobil Hamza.

Seterusnya, dari Lyon, Prancis, mereka terbang ke Turki dan melintasi perbatasan untuk bergabung dengan kaum ekstremis di kamp pelatihan.

Mereka kembali ke Inggris September, tetapi dicegat oleh petugas perbatasan yang menemukan sejumlah hal, antara lain video.

Dalam salah satu video, tampak mereka menyeberangi sungai di perbatasan Turki-Suriah untuk menghindari pemeriksaan petugas Turki.

Mereka tampak ditanya, siapa yang mereka dukung, dan mereka menjawab, “Junud al-Shaam”, nama sebuah kelompok ekstrem yang juga dikenal sebagai Prajurit Damaskus.

Keduanya ditanya: “Ke sini untuk jihad?”

Dan salah satu dari mereka menjawab: “Jihad, yeah.”

Ketika mereka mencapai kamp pelatihan – diidentifikasi seorang ahli pengintai RAF, berlokasi dekat Latakia – mereka mengambil berbagai gambar lain, termasuk jadwal harian mereka.

Foto menunjukkan bahwa kegiatan setiap harinya akan dimulai pada pukul 04.30 dengan shalat subuh, dan pelajaran agama, disusul dengan latihan fisik dari pukul 06.00 sampai 08.00 pagi.

Catatan yang ditulis dalam bahasa Inggris, menyebutkan bahwa “pelatihan militer” berlangsung dua kali sehari – dan akan ada pelajaran Islam lebih lanjut sebelum tidur, pada pukul 22.00.

Gambar lain dari kamp menunjukkan senapan di pinggir tempat tidur.

Dalam satu gambar, Mohommod Nawaz terlihat mengenakan perlengkapan kamuflase dan menyandang senapan yang tampaknya AK-47 dengan penyimpan peluru.

“Semua orang akan marah ‘

Kedua kakak beradik itu merahasiakan rencana perjalanan dari keluarga mereka. Sebagian keluarga menyangka mereka berangkat ke Skotlandia untuk kegiatan amal.

Namun Hamza Nawaz mengirim pesan melalui media sosial kepada saudaranya Hussain dan sejumlah teman lain, menegaskan niatnya.
“Kami sudah berangkat menuju Suriah,” katanya dalam sebuah pesan yang dikirim melalui Whatsapp. “Kami tahu semua orang akan marah tentang apa yang kami lakukan, ini adalah apa yang ingin kami lakukan.”

Kedua kakak beradik itu awalnya berencana untuk tinggal selama berbulan-bulan, dan telah menjelajahi internet untuk mendapat informasi tentang bagaimana bergabung para pejihad.

Tidak jelas mengapa mereka sudah kembali hanya setelah beberapa pekan.

Polisi meyakini, mereka awalnya berniat untuk mengikuti sebuah kamp pelatihan yang lebih berat.

Terungkap di pengadilan , Mohommod Nawaz pernah dihukum pada tahun 2009 untuk pidana pemerasan, penyekapan, penculikan, dan melukai orang.

Loading…

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*