Ingin Kenyang Tanpa Bikin Gemuk ? - Infotainment News Online Terkini

JagatLifestyle

Ingin Kenyang Tanpa Bikin Gemuk ?

on

imagesSapujagat.com — Seperti yang kita ketahui, salah satu kunci sukses untuk diet adalah tidak merasa lapar. Karena dengan kenyang lebih lama bisa membantu kita untuk mengontrol nafsu makan. Jika kita lapar saat makan, maka ada kemungkinan semua makanan didepan mata akan habis kita santap, tanpa perlu tahu apa makanan tersebut sehat atau tidak. Menahan rasa lapar sering dikeluhkan orang yang sedang program menurunkan berat badan. Bila Anda bisa memilih menu makanan dengan tepat, perut Anda tetap akan kenyang tanpa membuat berat badan naik.

Beberapa makanan dapat membuat perut Anda kenyang lebih lama dengan kandungan serat tinggi, tetapi tidak membuat gemuk karena memiliki lemak yang rendah atau tidak ada sama sekali.

Dirangkum CNN Indonesia, berikut jenis makanan yang bikin kenyang tapi tidak bikin gemuk:

1. Apel

Setiap kali merasa lapar, apel bisa menjadi pilihan camilan yang sehat ketimbang kentang goreng atau pizza. Rasa kenyang dari apel berasal dari kandungan air yang tinggi dan serat. Serat pektin larut yang ada di kulit apel bertindak sebagai penekan nafsu makan alami.

2. Sayuran hijau

Sayuran hijau seperti brokoli, bayam dan asparagus juga jadi makanan yang mengenyangkan tetapi tidak menaikkan berat badan. Selain memiliki kadar serat dan sifat antioksidan, sayuran hijau akan diproses secara perlahan oleh tubuh, sehingga membuat perut tidak cepat lapar. Sayuran hijau pun rendah kalori.

Sayuran ini memiliki peluang sangat rendah untuk dapat dikonversi menjadi lemak karena semua kalorinya akan habis selama proses pencernaan. Vitamin dan mineral yang ada di sayuran hijau juga memberikan rasa kenyang.

3. Gandum utuh

Makanan yang terbuat dari gandum, beras merah dan tepung gandum adalah karbohidrat kompleks yang mengolah gula dengan lambat. Kondisi ini menjaga kadar gula dalam darah tubuh sehingga tak cepat merasa lapar. Kandungan serat yang tinggi dan kehadiran vitamin B kompleks juga berkontribusi untuk mengontrol metabolisme.

4. Ikan

Ikan yang termasuk kategori ini adalah tuna, salmon, makarel, sarden dan herring. Keberadaan asam lemak omega-3 dalam ikan dapat membantu menurunkan kolesterol dan meningkatkan metabolisme.

Asam lemak omega-3 bekerja dengan mengubah kadar hormon leptin yang memberikan pengaruh langsung pada metabolisme. Hormon ini menentukan apakah kalori akan dibakar atau disimpan sebagai lemak. Ikan juga merupakan sumber protein yang baik.