Kampus Microsoft menggunakan satpam robot

knightscope-k5-tv

Peningkatan keamanan kampus Microsoft yang terletak di California, Amerika Serikat, nampaknya ingin ditingkatkan lebih jauh dengan memanfaatkan teknologi. Robot kini digunakan untuk berpatroli di lingkungan kampus tersebut.

Robot penjaga bernama K5 itu hasil rakitan perusahaan pengembang robot Knightscope, memiliki tinggi 5 kaki atau sekitar 1,5 meter dengan bobot 136 kilogram. Ada empat unit K5 yang tersebar di kampus Microsoft.

Bentuknya nyaris menyerupai segitiga namun ujung atasnya membulat. Permukaannya berwarna putih, lengkap dengan lampu yang bekerja sebagai alarm, sirene, serta kamera untuk memantau area sekitar.

Jika K5 ‘mencium’ adanya masalah, ia akan secara otomatis membunyikan alarmnya atau mengirimkan penjaga keamanan langsung ke lokasi tersebut.

Menurut laporan ExtremeTech, K5 mampu bekerja selama 24 jam hanya dengan sekali pengisian daya baterainya. Untuk pengisian ulang daya, ia hanya membutuhkan waktu sekitar 20 menit.

Hebatnya, ketika baterai mereka hendak menipis, K5 langsung meluncur ke stasiun pengisian daya baterai dengan sendirinya.

“Anda bawa robot ini ke suatu tempat, cara ia beroperasi yaitu dengan berjalan dulu di sekitar area yang akan menjadi pantauannya. Gunanya untuk mempelajari lingkungan itu,” ujar seorang kolumnis teknologi dan sains dari media CBC News, Matt Stambaugh.

Stambaugh mengaku bahwa robot K5 mampu membuat keputusan dan mendeteksi anomali dari ancaman negatif yang sekiranya sewaktu-waktunya bisa terjadi.

“Kalau dibandingkan dengan mobil pintar milik Google, tentu K5 tidak seapik itu, tapi robot ini punya sensor beragam untuk memetakan area serta kode untuk menentukan apakah suatu kasus harus dilaporkan kembali atau tidak,” sambung Stambaugh.

Masih menurut CBC News, robot K5 diprediksi akan meluncur di pasaran mulai tahun 2015 mendatang. Stambaugh menyatakan bahwa Knightscope sedang mencoba untuk menyediakan layanan sewa dengan tarif US$ 6,25 per jam, atau setara dengan Rp 76 ribu. Harga tersebut konon separuh lebih murah dari gaji seorang penjaga keamanan.

Robot diyakini memiliki peran yang besar dalam pertahanan keamanan dan operasi militer. Sebagai contoh, perusahaan pengelola robot Boston Dynamics milik Google selama ini bekerjasama dengan Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA) untuk mengembangkan beragam robot yang bisa menolong para tentara.

Korea Selatan juga pernah mengirimkan pengawal robotik bersenjata sebagai strategi pertahanannya di zona demiliterisasi (DMZ) pada 2010 lalu.

Loading…

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*