Suka Duka Jacksen Melatih Tim Garuda Muda Di Brasil - Infotainment News Online Terkini

JagatBola

Suka Duka Jacksen Melatih Tim Garuda Muda Di Brasil

on

gmdressingroomSapujagat.com – Selama dua pekan di Brasil, yang merupakan kampung halamannya, Jacksen menghabiskan waktu bersama anak-anak SSB Asad 313 Purwakarta, yang menjadi wakil Indonesia di DNC 2014.

Banyak momen yang didapat Jacksen F Tiago selama menangani tim Aqua DNC Indonesia di final dunia Danone Nations Cup 2014. Salah satu yang mengharukan saat Jacksen harus berpisah dengan ke-12 anak itu.

Tak cuma sebagai pelatih, Jacksen juga berperan sebagai “bapak” untuk Yadi Mulyadi dkk. Jacksen memperlihatkan bagaimana caranya dia menangani anak-anak dengan baik, baik saat mereka sedang senang maupun terluka pasca kekalahan.

Banyak momen indah tentunya yang dilewatkan oleh Jacksen, yang sudah menangani tim ini sejak September lalu sambil nyambi sebagai pelatih Persipura Jayapura. Salah satunya ketika Garuda-garuda Cilik itu mengalahkan juara bertahan Prancis di babak 16 besar.

Tapi bukan saat Indonesia tersingkir di perempafinal dari Chile, yang jadi momen menyedihkan untuk Jacksen melainkan saat pria 46 tahun itu harus berpisah dengan anak-anak itu, sehari setelah turnamen selesai digelar.

Jacksen sendiri tidak kembali bersama anak-anak ke Indonesia, melainkan tinggal di Rio de Janeiro beberapa hari untuk melepas kangen dengan keluarganya, terutama sang ibu yang cuma sebentar ditemui karena kesibukannya melatih Garuda Muda.

“Momen yang kami kalahkan sang Juara bertahan Prancis dalam adu penalti menjadi kesan yang sangat terharu dalam ajang Danone Nations Cup. Terutama karena saya melihat ekspresi wajah anak2 sangat luar biasa bahagia, dan Host kami (LOC) Andy pun ikut menangis saat itu,” ujar Jacksen

“Mengenai kesan pahit adalah saat saya harus pamit sama anak-anak pada pagi tanggal 17 November. Di kamar saya saat itu, saya tidak kuat menahan air mataku di depan anak-anak yang selama 2 minggu membuat saya sungguh bahagia dan bangga atas kehadiran mereka di Tanah Airku, Brasil, serta memberikan sebuah kesan yang sangat luar biasa kepada semua orang yang terlibat dalam event Aqua DNC selama di negaraku,” lanjut Jacksen.

Meski puas secara keseluruhan atas penampilan tim selama di Brasil, Jacksen juga menggarisbawahi sektor pertahanan timnya yang jadi titik lemah. Dari tujuh pertandingan, mereka kebobolan enam gol serta memasukkan sembilan gol.
“Dari aspek teknis kami memang sejak awal sudah tahu bahwa sektor pertahanan Tim Indonesia ada kekurangan, terutama karena pemain yang berkarakter bertahan dan kuat dalam team kami sangat minim.”

“Secara keseluruhan saya sangat puas, karena proses adaptasi dengan cuaca, makanan maupun lawan-lawan di Brasil berjalan dengan sangat baik. Apalagi waktu kami di Sao Paulo kelihatan bahwa anak-anak sudah tidak merasa asing di negara saya ini.”