Waspadalah ! Shampo Anda Bisa Jadi Penyebab Jerawat

Luvizhea-3

Sapujagat.com -Selain beberapa penyebab utama kita berjerawat seperti, hormon, faktor keturunan, karena makanan atau malas membersihkan wajah, ternyata ada hal tak terduga lainnya yang dapat menyebabkan seseorang mengalami jerawat parah. Jadi ketika Anda tetap jerawatan padahal sudah yakin telah menghindari semua pemicu jerawat, mungkin Anda belum mengenal hal terduga penyebab jerawat. Jerawat umumnya timbul ketika menginjak usia pubertas dan remaja, karena hormon yang belum seimbang dan produksi minyak serta sebum cenderung berlebihan. Namun tidak menutup kemungkinan jerawat juga muncul saat usia dewasa, bahkan ketika sudah di atas 30 tahun dan jumlahnya pun kian banyak.
Sebuah penelitian mengungkapkan ada 25 persen wanita di usia 40 tahun yang kulitnya berjerawat. Lebih mengejutkannya lagi, wanita usia paruh baya pun tak lepas dari penyakit kulit yang mengganggu penampilan ini. Sebanyak 15 persen wanita usia 50 tahun dilaporkan juga masih ‘berperang’ melawan jerawat.

Kenapa kini makin banyak wanita usia dewasa yang masih memiliki masalah dengan jerawat? Seperti dikutip dari Daily Mail, jerawat umumnya disebabkan oleh produksi minyak alami (sebum) yang berlebihan pada kulit. Kelebihan sebum, ditambah sel kulit mati yang menumpuk akan menutupi pori-pori. Pori-pori yang tersumbat ini bisa terinfeksi oleh bakteri pada sebum dan kemudian tumbuhlah benjolan-benjolan kemerahan pada wajah yang umum disebut jerawat.

Selain produksi sebum berlebihan, gaya hidup juga ikut mempengaruhi. Mungkin banyak wanita yang belum tahu kalau shampo yang Anda gunakan sehari-hari bisa menjadi pemicu tumbuhnya jerawat di usia dewasa.

Shampo dengan kadar minyak dan pelembab tinggi, kondisioner dan produk penataan rambut sangat berpotensi memunculkan jerawat. Pakar kecantikan kulit dan kosmetik Dr Rachael Eckel menjelaskan bahwa produk-produk perawatan rambut yang langsung mengenai kulit wajah adalah salah satu dari banyak faktor tak terduga penyebab jerawat.

“Saat dibilas dengan air, shampo yang tinggi kandungan pelembab dan kondisioner akan menetes dan membasahi kulit wajah, bahu dan punggung. Itu bisa menimbulkan jerawat,” ujar Dr Rachael.

Selain wajah, perawatan rambut juga bisa menyebabkan ketombe, gatal-gatal bahkan jerawat yang meradang pada area punggung. Begitu juga dengan penggunaan produk penataan rambut yang terlalu berminyak atau lengket. Produk-produk tersebut bisa mengenai kulit terutama di sekitar garis rambut. Residu dari produk tata rambut akan menyumbat pori dan membuat kulit teriritasi. Jerawat akan lebih rentan muncul apabila rambut Anda berponi.

Jadi, haruskah wanita tidak membersihkan rambutnya setiap hari dan menghindari produk penataan rambut? Tidak selalu. Untuk menyiasatinya, cucilah rambut dan gunakan kondisioner sebelum Anda membersihkan tubuh. Saat membilas, tenggakkan kepala ke belakang untuk mencegah air menetes atau mengaliri kulit wajah. Setelah itu ikat rambut ke atas, lalu lanjutkan dengan membersihkan tubuh dan wajah untuk menghilangkan sisa minyak maupun residu shampo serta kondisioner.

Dr Rachael menyarankan untuk teliti saat membeli produk perawatan rambut. Hindari shampo dan kondisioner yang mengandung banyak pelembab. Pilihla jenis shampo yang mudah dibilas dan mampu mengangkat kelebihan sebum pada kulit kepala. Untuk pemilik rambut kering, gunakan shampo yang memberi nutrisi namun tidak mengandung banyak minyak. Usapkan kondisioner hanya pada ujung-ujung rambut, bukan ke seluruh bagian. Jika wajah Anda sangat mudah berjerawat, hindari menggunakan kondisioner, minyak rambut, serum maupun vitamin rambut tanpa bilas.

Loading…

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*