Bermain game mampu menambah kecerdasan - Infotainment News Online Terkini

JagatTekno

Bermain game mampu menambah kecerdasan

on

4370COD_Ghosts_Chasm_Ambush

Siapa yang tidak menyukai game ? tentu semua anak di dunia ini sangat menyukai game. Siapa bilang bermain game dapat mengakibatkan kebodohan, jika mengakibatkan kebodohan tentu saja perusahaan – perusahaan game dunia akan tutup.

Bagi Anda para gamer yang suka memainkan game-game ‘action’ bisa bersyukur sekarang, karena menurut penelitian terbaru, bermain game yang berisi kekerasan itu bisa membuat orang menjadi lebih pintar.

Berdasarkan penelitian tim Universitas Rochester yang dipublikasikan lewat Proceedings of the National Academy of Sciences, terbukti bila bermain game-game action seperti Counter Strike, Call of Duty, hingga Far Cry bisa meningkatkan kemampuan belajar secara menyeluruh, tidak hanya keterampilan-keterampilan yang ‘diajarkan’ oleh game itu, PC Mag (14/11).

Bahkan, bermain game action diklaim lebih bisa mengembangkan kemampuan otak ketimbang game-game ‘putar otak’ seperti puzzle atau permainan kata. Hal ini pun berbanding terbalik dengan persepsi masyarakat selama ini yang menyatakan game-game action hanya menawarkan kekerasan saja.

Salah satu eksperimen yang dilakukan oleh ilmuwan dari Universitas Rochester adalah menginstruksikan kelompok pertama peserta penelitian untuk memainkan game perang Call of Duty selama 50 jam dalam kurun waktu 9 minggu. Sementara itu kelompok kedua hanya diminta untuk memainkan game non-action ‘The Sims’ dalam waktu yang sama.

Setelah 9 minggu terlewati, para gamer Call of Duty terbukti bisa menciptakan pola-pola pikir baru yang memungkinkan mereka bisa menyelesaikan tugas dengan lebih cepat. Alasan yang membuat game action dapat meningkatkan kemampuan otak seseorang adalah tempo permainan yang cepat dan banyaknya fokus yang dihadirkan.

“Game action mengharuskan pemainnya untuk memecah belah perhatian mereka dengan cepat, dan membuat prediksi pada waktu-waktu yang berbeda,” ujar Daphne Baliver, seorang ahli otak dan ilmu kognitif dari Universitas Rochester.

Otak memang mempunyai kemampuan untuk membangun sebuah pola terhadap semua yang terjadi di sekitarnya untuk mengembangkan kemampuan prediksinya. Perkembangan pola pikir ini akan terlihat di kemampuan bicara, berkendara, bahkan kegiatan berbahaya yang menuntut konsentrasi tinggi seperti operasi medis.

“Dengan memainkan game bertempo cepat (action), mereka menjadi pembelajar yang lebih baik. Mereka mengembangkan desain pemikiran baru untuk menyelesaikan tugas dengan lebih cepat, bahkan sangat lebih cepat (dari game-game lain),” jelas Baliver.