Wow, minyak ikan dapat mengurangi kecanduan rokok anda - Infotainment News Online Terkini

JagatCara

Wow, minyak ikan dapat mengurangi kecanduan rokok anda

on

1210sehat_tablet-minyak-ikan

Hai para pecandu rokok, tentu anda ingin mengurani kecanduan rokok anda kan ? sebagian perokok aktif ingin berhenti merokok tetapi mereka belum dapat menghentikan kegiatan merokok mereka. Bagaimana tidak, merokok dapat merusak organ tubuh anda dan tentu saja dapat merusak keuangan anda juga.

Sudah banyak penelitian kesehatan yang membuktikan bahwa merokok mampu menurunkan kesehatan tubuh Anda baik secara fisik maupun mental. Itulah sebabnya bagi Anda yang merokok, Anda harus menghentikan kebiasaan buruk ini secepatnya. Namun yang menjadi masalah bagi perokok, menghentikan kebiasaan merokok tidaklah semudah itu. Apalagi jika Anda sudah mengalami kecanduan.

Baru-baru ini sebuah penelitian terbaru dari dailymail.co.uk menemukan cara mudah dan alami untuk hentikan kebiasaan merokok. Cara tersebut adalah dengan mengonsumsi minyak ikan atau makanan yang tinggi akan asam lemak omega 3.

“Konsumsi asam lemak omega 3 dapat membuat pikiran Anda menjadi lebih rileks dan tenang. Sementara seperti yang banyak diketahui, bahwa seseorang merokok karena dia mengalami tekanan atau stres di dalam pikirannya. Sehingga dengan konsumsi asam lemak omega 3 ini diharapkan Anda menjadi lebih tenang dan terhindar dari keinginan untuk merokok,” jelas Dr Sharon Rabinovitz Shenkar, dari University of Haifa, Israel.

“Kekurangan asam lemak omega 3 dapat menyebabkan kerusakan struktur sel-sel saraf dan mengganggu komunikasi antar saraf di daerah otak yang terlibat dalam perasaan kesenangan atau kepuasan.”

Selain minyak ikan, makanan yang mengandung asam lemak omega 3 adalah salmon, kacang, biji-bijian, serta minyak zaitun.

“Penelitian kami mengambil sampel 48 peserta yang merokok selama 11 tahun dan mengonsumsi 14 batang rokok sehari. Kami kemudian memberikan mereka kapsul yang mengandung minyak ikan untuk dikonsumsi 5 kali sehari selama 30 hari. Hasilnya, konsumsi rokok mereka menurun hingga 50%.”